Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Optimalisasi Analisis Penjualan dan Prediksi Permintaan Pada UMKM dengan Business Intelligence di Kelurahan Pematang Sulur Santoso, Santoso; Suwaryo, Niko; Nurali, Nurali; Gunarso, Sandy; Tugiman, Tugiman; Paryadi, Agus; Hidayah, Safitri
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 2 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i2.7317

Abstract

UMKM play an important role in the economy, but often face challenges in analyzing sales and predicting product demand. This Community Service (PkM) aims to optimize sales analysis and demand prediction in UMKM in Pematang Sulur Village, Telanaipura District, Jambi City by implementing Business Intelligence (BI). The methods used include: identification and analysis of needs by collecting sales data with surveys, training and introduction of business intelligence targeting 23 UMKM to provide more accurate insights in decision making, implementation of a business intelligence system with trend analysis, application of BI-based predictive models, mentoring and evaluation, sustainability monitoring. The results of the PkM show that the application of BI can improve operational efficiency, identify demand patterns and help UMKM in developing more appropriate business strategies. With the BI system, UMKM actors can optimize stock of goods, reduce the risk of excess or shortage of products, and increase profitability. Keywords: UMKM, Business Intelligence, Sales Analysis, Demand Prediction, Competitiveness.
Analisis Framing Robert Entman Tentang Kasus Kejahatan Anak Di Bawah Umur Gunarso, Sandy
Jurnal Komunikasi Esensi Daruna Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Komunikasi Esensi Daruna
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55886/daruna.v2i1.666

Abstract

Penelitian ini untuk menyelidiki cara media daring khususnya Liputan6.com dan Kompas.com dalam membingkai sebuah peristiwa dan menyajikannya dalam bentuk berita kepada masyarakat luas. Gaya penulisan dan pembingkaian kedua media daring tersebut mempunyai potensi untuk mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap isu atau peristiwa tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan analisis framing model Robert Entman digunakan untuk menganalisis data. Temuan dari analisis menunjukkan bahwa setiap media daring mempunyai caranya sendiri saat mendefinisikan masalah, mendiagnosa penyebab terjadinya masalah, membuat penilaian moral, hingga menyarankan solusi. Cara-cara tersebut digunakan untuk mengajak pembaca supaya lebih memperhatikan perilaku anak-anak di bawah umur sehingga mereka tidak lagi melakukan tindakan negatif dan tidak kembali berurusan dengan hukum. This research is aimed at investigating how online media, especially Liputan6.com and Kompas.com, frame an event and present it in the form of news to the general public. The writing style and framing of these online media outlets have the potential to influence public perspectives on the issue or event. The research method employed is qualitative with a descriptive approach, and the framing analysis model by Robert Entman is used to analyze the data. Findings from the analysis indicate that each online media outlet has its own way of defining the problem, diagnosing the causes of the problem, making moral judgments, and suggesting solutions. These approaches are utilized to encourage readers to pay more attention to the behavior of minors so that they no longer engage in negative actions and avoid further legal complications.
Fenomena Aplikasi TikTok Shop Sebagai Alternatif Belanja Hemat Gunarso, Sandy
Jurnal Komunikasi Esensi Daruna Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Komunikasi Esensi Daruna
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55886/daruna.v2i2.793

Abstract

Penelitian ini untuk mencari tahu alasan dari fenomena belanja daring yang dilakukan oleh masyarakat, terutama mahasiswa melalui aplikasi digital bernama TikTok Shop. Fenomena ini muncul saat TikTok Shop menawarkan produk berkualitas dengan harga murah dibandingkan pasar fisik, sehingga Kementerian Perdagangan menutup TikTop Shop. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi karena penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Teknik pengumpulan data menggunakan indepth interview (wawancara mendalam) kepada 18 mahasiswa kelas Penulisan Naskah Iklan, Institut Bisnis Nusantara. Hasil dari peneliti membuktikan mahasiswa mampu mengoperasikan telepon pintar dengan sangat baik karena mereka mendapatkan informasi tentang TikTok Shop dari iklan-iklan di media sosial. Mahasiswa juga terbukti memanfaatkan voucher gratis ongkos kirim yang diberikan TikTok Shop karena membuat harga lebih murah. Mahasiswa berhasrat menggunakan TikTok Shop karena saat ditutup pemerintah, sebagian dari mereka menghentikan kegiatan belanja di toko daring. This research aims to uncover the reasons behind the phenomenon of online shopping conducted by the community, especially students, through a digital application named TikTok Shop. This phenomenon emerged when TikTok Shop offered quality products at lower prices compared to physical markets, leading the Ministry of Trade to close down TikTok Shop. The research method employed is qualitative with a phenomenological approach since it was conducted in a natural setting, allowing an unrestricted interpretation and understanding of the studied phenomenon. Data collection utilized in-depth interviews with 18 students from the Advertising Script Writing class at the Nusantara Business Institute. The research findings prove that students proficiently operate smartphones as they obtain information about TikTok Shop from advertisements on social media. Students also demonstrated the effective use of free shipping vouchers provided by TikTok Shop, contributing to lower overall costs. The desire of students to utilize TikTok Shop was evident, especially when the government shutdown led some of them to discontinue their online shopping activities.
Brand Awareness Xpose White Egg Drink Pada PT. Xpose Soteria Indonesia Melalui Feed Media Sosial Instagram @xpose_protein Evan, Gerald; Gunarso, Sandy
Jurnal Komunikasi Esensi Daruna Vol 2 No 3 (2023): Jurnal Komunikasi Esensi Daruna (Special Issue)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55886/daruna.v2i3.822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar produk Xpose White Egg Drink dapat dipilih, diingat, berada di puncak pemikiran konsumen, dan dimengerti dengan jelas oleh konsumennya melalui feeds foto Instagram @xpose_protein. Fenomena ini muncul saat terjadinya pandemi Covid-19 yang memaksa dan menumbuhkan kepopuleran promosi penjualan melalui media sosial khususnya Instagram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik karena penelitian ini dilakukan karena ketertarikan atau kepedulian pada suatu kasus khusus dan untuk memahami secara utuh kasus yang ada. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terhadap feeds foto Instagram xpose_protein, PT. Xpose Soteria Indonesia. Hasil dari peneliti membuktikan mahasiswa mampu melihat sebuah perkembangan dalam segi likes, komentar, dan hashtags melalui tabel, grafik, dan gambar dengan sangat baik karena mereka mendapatkan informasi tentang xpose_protein dari feeds foto nya di media sosial. Mahasiswa juga terbukti memanfaatkan fitur hashtags yang diberikan Instagram karena membuat pencarian produk Xpose Protein menjadi lebih mudah. Mahasiswa berhasrat menggunakan Instagram karena saat teknologi semakin berkembang, mayoritas dari mereka menggunakan toko daring sebagai kegiatan belanja mereka. This research aims to raise public awareness so that the Xpose White Egg Drink product can be chosen, remembered, occupy the consumer's mindset, and be clearly understood by consumers through Instagram photo feeds @xpose_protein. This phenomenon emerged during the Covid-19 pandemic, which forced and enhanced the popularity of sales promotion through social media, especially Instagram. The research method used is a qualitative method with an intrinsic case study approach because this research is conducted out of interest or concern for a specific case and to fully understand the existing case. Data collection techniques involve observing the photo feeds on the xpose_protein Instagram, PT. Xpose Soteria Indonesia. The research results prove that students are able to perceive development in terms of likes, comments, and hashtags through tables, graphs, and images very well because they obtain information about xpose_protein from its photo feeds on social media. Students also show an inclination to utilize the hashtags feature provided by Instagram, making the search for Xpose Protein products easier. They are eager to use Instagram because as technology advances, the majority of them use online stores for their shopping activities.
Karakteristik Psikologis Sistem Komunikasi Massa Dalam Pemberitaan Joget Gemoy Di Pemilihan Presiden 2024 Gunarso, Sandy
Jurnal Komunikasi Esensi Daruna Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Komunikasi Esensi Daruna
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55886/daruna.v3i1.877

Abstract

Penelitian ini untuk menguji keterkaitan antara karakteristik psikologis sistem komunikasi massa dan Joget Gemoy selama kampanye pemilihan presiden 2024. Fenomena ini menarik karena munculnya anggapan bahwa tarian yang dilakukan Prabowo digunakannya untuk menggiring opini publik supaya memilihnya pada saat hari pencoblosan. Berdasarkan fenomena yang ada tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi karena penelitian ini dilakukan pada situasi yang sebenarnya dan terjadi secara alami, sehingga tanpa batasan saat menentukan memaknai atau memahami fenomena yang diterjadi. Teknik pengumpulan data memakai indepth interview (wawancara mendalam) kepada 26 mahasiswa kelas Creative Thingking dan Komunikasi Massa, Institut Bisnis Nusantara, Jakarta. Hasil dari peneliti membuktikan mahasiswa mengakui kreativitas Prabowo dan tim pemenangannya yang memanfaatkan viralnya tayangan Joget Gemoy sebagai materi untuk berkampanye, tetapi mahasiswa sama sekali tidak merasakan terjadinya penggiringan opini melalui tayangan tersebut karena mereka hanya menikmati suara dari lagu dan menyaksikan gerakan di dalam Joget Gemoy tersebut. This research is to examine the relationship between the psychological characteristics of the mass communication system and Joget Gemoy during the 2024 presidential election campaign. This phenomenon is interesting because it is believed that Prabowo used the dance to encourage public opinion to vote for him on voting day. Based on these existing phenomena, the researcher used a qualitative research method with a phenomenological approach because this research was carried out in actual situations and occurred naturally, so there were no limitations when determining the meaning or understanding of the phenomena that occurred. The data collection technique used in-depth interviews with 26 students in the Creative Thinking and Mass Communication class, Nusantara Business Institute, Jakarta. The results from the researchers prove that students recognized the creativity of Prabowo and his winning team who used the viral Joget Gemoy broadcast as material for their campaign, but students did not feel any opinion was generated through the broadcast because they only enjoyed the sound of the song and watched the movements in Joget Gemoy.
Analisis Representasi John Fiske pada Simbol Stempel di Serial Drama Korea The Judge From Hell Gunarso, Sandy
Jurnal Komunikasi Esensi Daruna Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Komunikasi Esensi Daruna
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55886/daruna.v4i1.937

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi cara simbol stempel direpresentasikan dalam serial drama Korea The Judge From Hell dengan menggunakan perspektif teori representasi John Fiske. Simbol stempel dianalisis sebagai tanda yang bukan hanya sekadar elemen visual, melainkan sarana pembentukan makna yang kompleks dan berhubungan erat dengan struktur kekuasaan serta identitas dalam cerita. Melalui pendekatan kualitatif dan telaah mendalam terhadap adegan yang memuat simbol tersebut, penelitian ini mengungkap bagaimana simbol stempel berfungsi untuk mengkomunikasikan otoritas dan nilai-nilai budaya yang melekat dalam narasi. Temuan menunjukkan bahwa representasi simbol ini menjadi medium negosiasi makna sosial yang terus berkembang sesuai konteks budaya populer masa kini. Studi ini memperkaya pemahaman mengenai peran tanda dalam konstruksi realitas media dan bagaimana makna tersebut dapat berubah melalui interaksi antara media dan audiens. This study explores the representation of the stamp symbol in the Korean drama series The Judge From Hell through the lens of John Fiske’s representation theory. The stamp symbol is analyzed not merely as a visual element but as a complex sign that constructs meaning closely tied to power structures and character identities within the narrative. Using a qualitative approach and an in-depth examination of scenes featuring the symbol, this research reveals how the stamp functions to convey authority and cultural values embedded in the story. Findings demonstrate that this symbol’s representation acts as a medium for the ongoing negotiation of social meanings, evolving in accordance with contemporary popular culture contexts. This study contributes to a deeper understanding of the role of signs in media reality construction and how meanings shift through interactions between media and audiences.
Analisis Representasi John Fiske pada Simbol Stempel di Serial Drama Korea The Judge From Hell Gunarso, Sandy
Jurnal Esensi Komunikasi Daruna Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v4i1.63

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi cara simbol stempel direpresentasikan dalam serial drama Korea The Judge From Hell dengan menggunakan perspektif teori representasi John Fiske. Simbol stempel dianalisis sebagai tanda yang bukan hanya sekadar elemen visual, melainkan sarana pembentukan makna yang kompleks dan berhubungan erat dengan struktur kekuasaan serta identitas dalam cerita. Melalui pendekatan kualitatif dan telaah mendalam terhadap adegan yang memuat simbol tersebut, penelitian ini mengungkap bagaimana simbol stempel berfungsi untuk mengkomunikasikan otoritas dan nilai-nilai budaya yang melekat dalam narasi. Temuan menunjukkan bahwa representasi simbol ini menjadi medium negosiasi makna sosial yang terus berkembang sesuai konteks budaya populer masa kini. Studi ini memperkaya pemahaman mengenai peran tanda dalam konstruksi realitas media dan bagaimana makna tersebut dapat berubah melalui interaksi antara media dan audiens. This study explores the representation of the stamp symbol in the Korean drama series The Judge From Hell through the lens of John Fiske’s representation theory. The stamp symbol is analyzed not merely as a visual element but as a complex sign that constructs meaning closely tied to power structures and character identities within the narrative. Using a qualitative approach and an in-depth examination of scenes featuring the symbol, this research reveals how the stamp functions to convey authority and cultural values embedded in the story. Findings demonstrate that this symbol’s representation acts as a medium for the ongoing negotiation of social meanings, evolving in accordance with contemporary popular culture contexts. This study contributes to a deeper understanding of the role of signs in media reality construction and how meanings shift through interactions between media and audiences.
Karakteristik Psikologis Sistem Komunikasi Massa Dalam Pemberitaan Joget Gemoy Di Pemilihan Presiden 2024 Gunarso, Sandy
Jurnal Esensi Komunikasi Daruna Vol. 3 No.1 (2024)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v3i1.67

Abstract

Penelitian ini untuk menguji keterkaitan antara karakteristik psikologis sistem komunikasi massa dan Joget Gemoy selama kampanye pemilihan presiden 2024. Fenomena ini menarik karena munculnya anggapan bahwa tarian yang dilakukan Prabowo digunakannya untuk menggiring opini publik supaya memilihnya pada saat hari pencoblosan. Berdasarkan fenomena yang ada tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi karena penelitian ini dilakukan pada situasi yang sebenarnya dan terjadi secara alami, sehingga tanpa batasan saat menentukan memaknai atau memahami fenomena yang diterjadi. Teknik pengumpulan data memakai indepth interview (wawancara mendalam) kepada 26 mahasiswa kelas Creative Thingking dan Komunikasi Massa, Institut Bisnis Nusantara, Jakarta. Hasil dari peneliti membuktikan mahasiswa mengakui kreativitas Prabowo dan tim pemenangannya yang memanfaatkan viralnya tayangan Joget Gemoy sebagai materi untuk berkampanye, tetapi mahasiswa sama sekali tidak merasakan terjadinya penggiringan opini melalui tayangan tersebut karena mereka hanya menikmati suara dari lagu dan menyaksikan gerakan di dalam Joget Gemoy tersebut. This research is to examine the relationship between the psychological characteristics of the mass communication system and Joget Gemoy during the 2024 presidential election campaign. This phenomenon is interesting because it is believed that Prabowo used the dance to encourage public opinion to vote for him on voting day. Based on these existing phenomena, the researcher used a qualitative research method with a phenomenological approach because this research was carried out in actual situations and occurred naturally, so there were no limitations when determining the meaning or understanding of the phenomena that occurred. The data collection technique used in-depth interviews with 26 students in the Creative Thinking and Mass Communication class, Nusantara Business Institute, Jakarta. The results from the researchers prove that students recognized the creativity of Prabowo and his winning team who used the viral Joget Gemoy broadcast as material for their campaign, but students did not feel any opinion was generated through the broadcast because they only enjoyed the sound of the song and watched the movements in Joget Gemoy.
Fenomena Aplikasi TikTok Shop Sebagai Alternatif Belanja Hemat Gunarso, Sandy
Jurnal Esensi Komunikasi Daruna Vol. 2 No 2. (2023)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/daruna.v2i2.114

Abstract

Penelitian ini untuk mencari tahu alasan dari fenomena belanja daring yang dilakukan oleh masyarakat, terutama mahasiswa melalui aplikasi digital bernama TikTok Shop. Fenomena ini muncul saat TikTok Shop menawarkan produk berkualitas dengan harga murah dibandingkan pasar fisik, sehingga Kementerian Perdagangan menutup TikTop Shop. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi karena penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Teknik pengumpulan data menggunakan indepth interview (wawancara mendalam) kepada 18 mahasiswa kelas Penulisan Naskah Iklan, Institut Bisnis Nusantara. Hasil dari peneliti membuktikan mahasiswa mampu mengoperasikan telepon pintar dengan sangat baik karena mereka mendapatkan informasi tentang TikTok Shop dari iklan-iklan di media sosial. Mahasiswa juga terbukti memanfaatkan voucher gratis ongkos kirim yang diberikan TikTok Shop karena membuat harga lebih murah. Mahasiswa berhasrat menggunakan TikTok Shop karena saat ditutup pemerintah, sebagian dari mereka menghentikan kegiatan belanja di toko daring. This research aims to uncover the reasons behind the phenomenon of online shopping conducted by the community, especially students, through a digital application named TikTok Shop. This phenomenon emerged when TikTok Shop offered quality products at lower prices compared to physical markets, leading the Ministry of Trade to close down TikTok Shop. The research method employed is qualitative with a phenomenological approach since it was conducted in a natural setting, allowing an unrestricted interpretation and understanding of the studied phenomenon. Data collection utilized in-depth interviews with 18 students from the Advertising Script Writing class at the Nusantara Business Institute. The research findings prove that students proficiently operate smartphones as they obtain information about TikTok Shop from advertisements on social media. Students also demonstrated the effective use of free shipping vouchers provided by TikTok Shop, contributing to lower overall costs. The desire of students to utilize TikTok Shop was evident, especially when the government shutdown led some of them to discontinue their online shopping activities.
Analisis Framing Robert Entman Tentang Kasus Kejahatan Anak Di Bawah Umur Gunarso, Sandy
Jurnal Esensi Komunikasi Daruna Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk menyelidiki cara media daring khususnya Liputan6.com dan Kompas.com dalam membingkai sebuah peristiwa dan menyajikannya dalam bentuk berita kepada masyarakat luas. Gaya penulisan dan pembingkaian kedua media daring tersebut mempunyai potensi untuk mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap isu atau peristiwa tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan analisis framing model Robert Entman digunakan untuk menganalisis data. Temuan dari analisis menunjukkan bahwa setiap media daring mempunyai caranya sendiri saat mendefinisikan masalah, mendiagnosa penyebab terjadinya masalah, membuat penilaian moral, hingga menyarankan solusi. Cara-cara tersebut digunakan untuk mengajak pembaca supaya lebih memperhatikan perilaku anak-anak di bawah umur sehingga mereka tidak lagi melakukan tindakan negatif dan tidak kembali berurusan dengan hukum. This research is aimed at investigating how online media, especially Liputan6.com and Kompas.com, frame an event and present it in the form of news to the general public. The writing style and framing of these online media outlets have the potential to influence public perspectives on the issue or event. The research method employed is qualitative with a descriptive approach, and the framing analysis model by Robert Entman is used to analyze the data. Findings from the analysis indicate that each online media outlet has its own way of defining the problem, diagnosing the causes of the problem, making moral judgments, and suggesting solutions. These approaches are utilized to encourage readers to pay more attention to the behavior of minors so that they no longer engage in negative actions and avoid further legal complications.