Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penurunan Aktivitas Biofilm Strain MRSA 22156 oleh Tanaman Saga (Abrus precatorius L.) Mutmainnah, Bq.; Ni’matuzahroh, Ni’matuzahroh
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.9297

Abstract

The aim of this research is to determine the effect of using saga extract on bacterial biofilm growth, and to determine the most appropriate dose of saga extract in reducing MRSA 22156 biofilm activity. This research uses the Dowd method to determine the total flavonoid content of A. precatorius L leaves. Treatment reduction in MRSA 22156 biofilm growth using the Plate Biofilm Assay method with three repetitions. The results of the research show that total flavonoids can reduce the growth of MRSA 22156 biofilms. The use of total flavonoids from A. precatorius L. leaves in concentrations of 800 mgL-1 to 25 mgL-1 has been proven to have an effect on biofilm growth activity as indicated by the reduction in MRSA 22156 biofilm growth by 67.9% and 25%. The ethanol extract of A. precatorius L. has anti-biofilm activity in reducing the growth of Staphylococcus aureus bacteria that are resistant to Methicillin.
Efektivitas Inhibisi Ekstrak Etil Asetat Abrus Precatorius Pada Metichilin Resistance Staphylococcus aureus (MRSA) 22372 Air Kemih Penampang Kateter Urin Mutmainnah, Bq.; Ni'matuzaroh
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.623 KB)

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri patogen pada manusia penyebab infeksi kronis oleh perangkat medisimplan. Peningkatan indwelling medical device berdampak cukup besar pada peranan Staphylococcus dalam bidangkesehatan khususnya di Indonesia yang sering resistensi terhadap antibiotik. S. aureus bersifat patogen yang membentukbiofilm, melekat pada permukaan polimer dan berkolonisasi pada bahan buatan. Perlekatan sel dan pembentukan biofilmS. aureus pada inang menyebabkan peningkatan kesulitan pengendalian penyakit, sehingga diperlukan pencarian bahan- bahan anti pembentukan biofilm, seperti daun saga (A. precatorius L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpenambahan berbagai konsentrasi ekstrak aetil asetat daun saga terhadap perubahan hidrofobisitas bakteri S. aureus spesiesMRSA 22372 dan mengetahui efek ekstrak etil asetat daun saga dalam menghambat bakteri dalam bentuk planktonik danbiofilm S. aureus secara in vitro. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksprimental laboratorium. Pada penelitian ini,digunakan sampel yang diambil dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Instalasi Mirobiologi klinik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ekstraksi tumbuhan A. precatorius L., uji perubahan hidrofobisitasbakteri dengan metode Bacterial Adherence To Hydrocarbons (BATH), uji penghambatan planktonik bakteri denganmetode cakram dish dan Total Plate Count (TPC) serta uji penghambatan sel biofilm S. aureus dengan metode MicrotiterPlate Biofilm Assay dan Total Plate Count. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa hidrokarbon n-oktana pada konsentrasi 100, 200, 400 dan 800 (ppm) ekstrak etil asetatdapat meningkatkan dan menurunkan hidrofobisitas MRSA 22372 berkisar antara 41,5 – 11,5 %. Ekstrak etil asetatmempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri MRSA 22372 dengan diameter zona hambat, yaitu 21 mm dan nilaiMinimum Inhibitory Concentration (MIC) sebesar 0 ppm. Hasil pengujian kemampuan ekstrak etil asetat daun saga(A.precatorius L.) terhadap biofilm MRSA 22372 diperoleh dengan Minimum Biofilm Inhibitory Concentration (MBIC)sebesar 50 ppm.