Padi (Oryza sativa L.) merupakan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dan memiliki peran penting dalam pertanian global. Meskipun Indonesia merupakan salah satu penghasil beras terbesar, faktor serangan patogen seperti hawar daun bakteri dan tungro dapat menurunkan hasil panen secara signifikan. Pengembangan produk pupuk hayati yang inovatif dapat menjadi aset berharga untuk mendukung pertanian padi di Indonesia, terutama untuk mendorong pertumbuhan tanaman dan membantu padi melawan penyakit yang disebabkan oleh mikroba atau parasit. Salah satu produk pupuk hayati yang sudah banyak digunakan di kalangan petani padi Sumbawa adalah Ricesolution. Pupuk RiceSolution produksi PT. Archipelago Bioteknology Indonesia dikenal sangat efektif untuk mengobati penyakit hawar daun dan mempercepat pertumbuhan Padi, namun belum ada bukti ilmiah tentang kandungan kimia produk ini yang dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil senyawa bioaktif yang terkandung dalam sampel pupuk hayati RiceSolution Archi Biotech Indonesia dengan menggunakan teknik LC-MS. RiceSolution adalah pupuk yang diproduksi oleh Laboratorium Bioteknologi Nusantara Indonesia. Pupuk cair ini dapat digunakan sebagai biofungisida dan bioinsektisida biasa yang tidak berbahaya bagi ekosistem karena menggunakan bantuan PGPR yang membuat suplemen dalam pupuk dapat dengan mudah dikonsumsi tanaman melalui siklus mineralisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel RiceSolution mengandung 29 senyawa bioaktif; enam belas diantaranya berhasil diidentifikasi sebagai Hidroklorida, Acetophenone, 1,3,5-Norcaratrien, 2-Carbethoxycyclopentanone, 2-Fenilpirol, 4-(1-BOC-4-PIPERIDYL)-1-Butanol L, Lidokain, Tert- butil 4- (Siklopropilmetil L) Piperidin-1-Karboksilat; 5-[(2-Ethylhexyl)amino]-6-Metil-1,2,4-triazin-3(2H)-one, Tert-butil 4- (Siklopropilmetil), Piperidin-1-Karboksilat, Os9545500, N2-Benzoil -L-lisil-N-(4-karbamimidamidobutil)-L- Lisinamid, MFCD00059002, Asam Stearat, (1s,2R,1'R,2'S)-2,2'-{1,224,7,10,13,1- Hexaoxacyclooctadecane- 2,9-diylbis[mtethylene (hexylcar bamoyl0]} Asam disikloheksanakarboksil, Bis{2-[bis(hidroksietil)amino]etil}2-[(9E)-9-oktadesen-1-il]suksinat. bioaktif ini diketahui menjadi nilai dalam pertanian dari berbagai penelitian sebelumnya, data ini juga menandai sisa potensi “materi gelap kimiawi” yang belum teridentifikasi.