Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Panjar Sewa Menyewa Rumah dalam Konteks Hukum Islam Dinata, Muhd.Farabi
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2023): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v2i1.69

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang penerapan panjar dalam sewa menyewa rumah, dimana pemilik rumah sewa tidak mengembalikan panjar dan cenderung memanfaatkannya. Dapat diketahui bahwa sebenarnya panjar yang tidak dikembalikan oleh pemilik rumah merupakan hak penyewa. Namun jika dikembalikan, maka pemilik rumah akan mengalami banyak kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penerapan panjar dalam sewa menyewa rumah, bagaimana hak dan kewajiban para pihak dalam perjanjian sewa menyewa rumah menurut tinjauan hukum Islam, serta apakah yang menyebabkan terjadinya pembatalan dan berakhirnya ijarah dalam sewa menyewa. Penelitian ini dengan cara library research (Studi Kepustakaan) yaitu dengan mengumpulkan data-data yang bersifat teoritis dari berbagai literatur dan buku bacaan, serta jurnal-jurnal penelitian yang berkaitan dengan masalah panjar dalam sewa menyewa rumah menurut tinjauan hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi sewa menyewa dengan sistem panjar adalah karena sewa menyewa dengan sistem panjar telah membudaya, lebih meyakinkan, dapat menjadi pengikat transaksi antara pemilik rumah sewa dan penyewa rumah, lebih cepat, dan memberikan sedikit waktu untuk pelunasan
FAKTOR KETIDAKPATUHAN MASYARAKAT SUKA MAKMUR DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Dinata, Muhd.Farabi
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2022): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v1i1.90

Abstract

Pencapaian target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Suka Makmur tidak dapat dijadikan acuan atau ukuran untuk menentukan tingkat kepatuhan karena kurangnya kesadaran diri wajib pajak dalam membayar pajak. Sehingga perlu adanya penyuluhan langsung dari petugas desa atau petugas kecamatan setempat untuk dapat mengajak masyarakat dan memberikan sosialisasi pentingnya membayar pajak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apa yang menjadi Faktor ketidakpatuhan masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan di Desa Suka Makmur? Tujuan penelitian ini untuk membahas faktor apa saja yang membuat tidak membayar pajak bumi dan bangunan. Jenis penelitian yang sesuai adalah penelitian lapangan (field Research). Teknik pengumpulan data penelitian adalah Wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan : Faktor ketidakpatuhan masyarakat terhadap pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Suka Makmur disebabkan ketidaktahuan dan ketidaksadaran masyarakat terhadap peraturan atau kewajiban untuk membayar pajak Bumi dan Bangunan karena rendahnya pengetahuan masyarakat yang ada di Desa Suka Makmur tentang pajak
Tinjauan Etika Bisnis Terhadap Persaingan Antara Produsen Tahu di Kampong Blok VI Aceh Dinata, Muhd.Farabi
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas masalah tinjauan etika bisnis Islam terhadap persaingan antara produsen tahu di desa Blok VI Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan persaingan produsen tahu bagai menganalisis bagaimana tinjauan etika bisnis terhadap hal tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu riset yang bersifat deskriptif, pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Keadaan produsen tahu di desa Blok VI Kecamatan adalah kadang-kadang saling menjatuhkan sesama produsen, ada yang bersaing secara sehat terhadap produk dan ada juga yang tidak bersaing secara sehat, serta kadang-kadang ada produsen yang sengaja menjatuhkan harga. Bentuk masalah persaingan usaha antar produsen tahu di desa Blok VI masalah persaingan produk, masalah persaingan harga, dan masalah persaingan pemasaran. Jika melihat etika bisnis Islam terhadap praktik persaingan antar produsen tahu di desa Blok VI Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil adalah sebagian ada yang sudah sesuai dengan etika bisnis Islam dan sebagian ada juga yang tidak sejalan dengan etika bisnis Islam
Implementasi Walimatul Ursy Pernikahan Menurut Hukum Adat di Desa Rimo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh Dinata, Muhd.Farabi
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syariah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan merupakan suatu kebutuhan bagi setiap manusia, karena manusia\diciptakan berpasang-pasangan. Dalam proses perkawinan melalui tahapan di mulai dari ta’aruf, kemudian lamaran, akad dan resepsi pernikahan. Ada perbedaan dalam pelaksanaan perkawinan karena setiap daerah memiliki adat dan tradisi yang berbeda. Oleh karena itu bagaimana pelaksanaan adat istiadat dalam prosesi pernikahan di desa Rimo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil? Dan bagaimana sanksi bagi orang yang tidak menjalankan walimah sesuai adat desa Rimo? Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana pandangan hukum adat terhadap sanksi, serta ketetapan pemangku adat bagi laki-laki yang enggan mengikuti prosesi adat. Penelitian lapangan ini adalah hasil obesrvasi dan wawancara di Desa Rimo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh. Hasil penelitian yang ditemukan, bahwa terdapat penerapan unsur-unsur adat perkawinan, sebelum pelaksanaan walimatul ursy ditemukan kegiatan-kegiatan seperti hinai menangko, yaitu proses memakai hinai bagi pengantin tanpa diketahui sintua (mukim atau gecik), selanjutnya hinai Sintua diawali dengan mengantarkan Nakan Gersing (nasi kunyit/ nasi tumpeng) ketempat sintua agar bersedia mendatangi walimatul ursy untuk melakukan tepung tawar (pesejuk), mengarakyaitu sebelum pengantin laki-laki diantarkan di kediaman pengantin wanita “anak dara” maka diadakan acara makan bersama “makan adat” dengan keluarga dekat yang dilakukan oleh mempule dirumahnya, dan sandingyaitu pengantin laki-laki disandingkan dengan pengantin perempuan “tandek” dipelaminan. bagi yang melanggar dikenakan sanksi adat dengan membayar 210.000 rupiah.
PRAKTIK JUAL BELI ZAKAT FITRAH DI MASJID ANTARA MUZAKKI DAN AMIL DI DESA TANAH MERAH ACEH Dinata, Muhd.Farabi
Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Islamic Family Law Department, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat fitrah diwajibkan bagi setiap umat muslim mulai dari anak-anak sampai lensia. Pembayaran zakat firah biasanya di masjid atau di mushalla, baik berupa beras maupun uang. pembayaran zakat fitrah dengan uang, bukanlah ia membayar zakat fitrah dengan uang akan tetapi ia membeli beras kepada amil zakat fitrah seperti yang terjadi di desa Tanah Merah. Oleh karena itu penulis memfokuskan kajian terhadap bagaimana praktik pembelian beras zakat fitrah di masjid Tanah Merah (Ashabul Yamin) Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Simgkil. Metode penelitian ini ialah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis. Hasil penelitian menjunjukkan bahwa masyarakat desa Tanah Merah Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil kerap sekali mempraktikkan jual beli zakat fitrah di masjid. 40% masyarakat Tanah Merah mempraktikkan jual beli zakat fitrah, dengan alasan cara ini memudahkan orang banyak dengan tanpa membawa beras, mereka hanya membawa uang dan membeli beras yang disediakan oleh amil zakat fitrah. Namun, sebagian masyarakat tanah merah beranggapan hal tersebut kurang bagus, karena jual beli zakat fitrahnya di dalam masjid. Dalam tinjauan hukum Islam praktik jual beli dimasjid tidak menjadi masalah jika melengkapi seluruh syarat dan rukun jual beli. Namun, jika syarat dan rukunnya tidak terpenuhi maka jual beli zakat fitrah dalam masjid merupakan perbuatan yang dilarang.