Gymnastiar, Sultan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN ALGORIMA K-MEANS CLUSTERING UNTUK MENGELOMPOKAN DATA KEJADIAN KEKERINGAN DI KABUPATEN CIREBON Gymnastiar, Sultan; Bahtiar, Agus
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 2 (2024): JATI Vol. 8 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i2.8948

Abstract

Kekeringan adalah salah satu bencana alam yang berdampak signifikan di berbagai wilayah, termasuk Kekeringan merupakan bencana alam yang berdampak signifikan, termasuk di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menawarkan pendekatan untuk mengelompokkan kejadian kekeringan berdasarkan desa, dengan fokus pada pemahaman intensitas bencana di setiap wilayah. Data dari https://opendata.cirebonkab.go.id/ digunakan, mencakup 848 entri dengan 6 atribut yang mencerminkan 424 desa di Kabupaten Cirebon. Metode K-Means digunakan untuk mengelompokkan data, mencari pusat kluster secara iteratif, dan menetapkan titik data ke kluster terdekat berdasarkan jarak minimum. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan kelompok desa dengan karakteristik kekeringan serupa. Hasil statistik nilai cluster kejadian kekeringan adalah sebagai berikut: cluster 0 (111, 0.131), cluster 1 (28, 0.033), cluster 2 (153, 0.180), cluster 3 (215, 0.254), cluster 4 (141, 0.166), dan cluster 5 (200, 0.236). Pengelompokan ini memberikan wawasan tentang pola kekeringan di Kabupaten Cirebon, membantu pihak berwenang dalam mengambil tindakan yang lebih efisien dan efektif. Penelitian ini menjadi landasan untuk pengembangan strategi mitigasi dan penanggulangan kekeringan yang lebih baik di wilayah tersebut. Kesimpulannya, pendekatan pengelompokan berbasis desa dengan menggunakan algoritma K-Means memberikan informasi yang berharga tentang kekeringan di Kabupaten Cirebon. Ini diharapkan dapat membantu dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi masalah kekeringan dan mengembangkan strategi mitigasi yang lebih baik.