Noor Al Azam, Moh.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REAL-TIME MONITORING DAN EARLY WARNING SYSTEM KETINGGIAN AIR LAUT BERBASIS IOT: STUDI KASUS: PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Eka Wardana, Agung; Noor Al Azam, Moh.
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 8 No. 2 (2024): JATI Vol. 8 No. 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v8i2.9138

Abstract

Terminal Petikemas Semarang (TPKS) merupakan pelabuhan kelas satu di lingkungan PT Pelindo Terminal Petikemas yang menjadi pusat perekonomian dan pengiriman barang via ekspedisi laut di Semarang. Letak geografis TPKS berada di daerah pantai dengan kondisi kemiringan tanah hampir datar menimbulkan masalah pasang air laut yang menyebabkan genangan bahkan Banjir Rob sehingga mengganggu proses bongkar muat dan aktifitas kepelabuhanan. Penanganan telah dilakukan dengan memasang pompa otomatis di area TPKS. Namun, pengelola harus melakukan pemantauan langsung secara rutin ke lokasi rumah pompa karena tidak adanya sistem monitoring dan prediksi banjir sebagai mitigasi banjir. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem yang dapat memberikan informasi ketinggian air secara real-time serta mampu memprediksi potensi banjir. Teknologi Internet of Things (IoT) digunakan dalam pemantauan ketinggian air dan status pompa otomatis. Prediksi ketinggian air menggunakan metode forecasting dengan model Weighted Moving Average (WMA). Hasil dari penelitian ini yaitu sistem real-time monitoring dan early warning system (EWS) yang dapat memberikan informasi real-time mengenai ketinggian air, status pompa, dan cuaca serta pesan peringatan dini potensi banjir kepada pengelola melalui email dan SMS berdasarkan data forecast. Akurasi metode WMA dengan 3 periode data sebelumnya sangat baik berdasarkan perhitungan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) pada masing-masing rumah pompa dengan nilai rata-rata dibawah 10%.