Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kualitas Tidur Dengan Gejala Depresi Pada Penderita Stroke : Literature Review Rifka Novita Sari; Refki Sanjaya Pratama; Dini Nur Alpiah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 1 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v1i4.1797

Abstract

The influence of poor sleep quality will cause physical activity to be hampered. The National Institutes of Health recommends that to maintain a healthy condition, individuals should sleep 7-8 hours per day. Namn Hidayat (2013) explained that the need for sleep depends on the level of development and society, exercise for health and relaxation is useful for increasing body strength and bringing the body to optimal condition (Asmadi, 2008). Post-stroke patients also experience psychological disorders, this is due to the inability to carry out daily activities as usual to prevent emotional instability in patients and a decrease in quality of life after a stroke. Depression can also improve the functional, physical, psychological and social conditions of stroke patients who have begun to deteriorate, as well as the high recovery rate of stroke patients who do not experience depression. The aim of this study was to understand the relationship between quality of life, depression and stroke patients. The research used the Literature Review method, carried out using the PICO search in the Google Scholar database. There were 5 journals that met the criteria and showed results that there was a relationship between sleep quality and depression symptoms in stroke sufferers
PENGARUH KUALITAS TIDUR DENGAN GEJALA DEPRESI PADA PASIEN PASCA STROKE: NARRATIVE REVIEW Rifka Novita Sari; Dini Nur Alviah; Noraeni Arsyad
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/hswfzk67

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian yang berdampak luas terhadap kondisi fisik, kognitif, dan psikologis penderitanya. Pada fase pasca stroke, gangguan kesehatan mental seperti depresi sering kali muncul dan berpotensi menghambat proses rehabilitasi serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu faktor yang diduga berperan penting dalam munculnya gejala depresi pada pasien pasca stroke adalah kualitas tidur yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan gejala depresi pada pasien pasca stroke melalui pendekatan narrative review. Metode penelitian dilakukan dengan menelusuri literatur ilmiah dari beberapa basis data daring yang relevan, dengan kriteria inklusi artikel yang diterbitkan dalam rentang tahun 2015–2025, melibatkan pasien pasca stroke, serta menilai kualitas tidur dan gejala depresi menggunakan instrumen yang tervalidasi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur yang buruk dengan peningkatan gejala depresi pada pasien pasca stroke. Pasien dengan gangguan tidur, seperti insomnia dan kualitas tidur yang rendah, cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan kualitas tidur yang baik. Hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat dua arah, di mana gangguan tidur dapat memperburuk depresi dan sebaliknya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas tidur merupakan faktor penting dalam kesehatan mental pasien pasca stroke. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penilaian dan intervensi terhadap kualitas tidur sebagai bagian dari pendekatan perawatan komprehensif guna mendukung pemulihan psikologis dan meningkatkan kualitas hidup pasien pasca stroke.