Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kepada Pekerja Proyek Pembangunan Muhammadiyah Boarding School Malang Mu’ammal, Immanuel; Firmansyah, Muhammad; Yuliati, Uci
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i2.823

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Pentingnya melakukan sosialisasi tentang perlunya penerapan K3 di industri/pekerjaan agar para pekerja menyadari betapa pentingnyahal tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah pemahaman dan pengetahuan mengenaiKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan penerapannya di tempat kerja. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi K3 kepada para pekerja yang terlibat dalam proyek pembangunan Muhammadiyah Boarding School Malang, dengan harapan peningkatan pemahaman akan pentingnya menjaga dan menerapkan K3 melalui analisis dan identifikasi kerja kecelakaan. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya pemahaman mengenai penerapan K3 dalam bekerja lingkungan hidup telah berjalan dengan baik.
Efektivitas transmisi kebijakan moneter jalur kredit dan harga aset terhadap pertumbuhan ekonomi pada bank sentral di ASEAN-5 Firmansyah, Muhammad; Mu’ammal, Immanuel
Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA) Vol.4, No.2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/ebisma.v4i2.1206

Abstract

Kebijakan moneter memiliki peran penting dalam mengatur stabilitas ekonomi suatu negara, termasuk di kawasan negara ASEAN-5. Bank sentral di negara-negara ini bertanggung jawab untuk menjaga inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan stabilitas sistem keuangan. Penelitian ini mengukur pada instrumen kebijakan moneter seperti suku bunga, kredit modal kerja, kredit konsumsi, dana pihak ketiga, dan indeks harga saham gabungan pada masing-masing negara ASEAN-5 sebagai tingkat keberhasilan dalam mengukur variabel pertumbuhan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan tolak ukur dari kebijakan moneter dalam pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model Vector Error Correction Model (VECM) sebagai alat untuk melihat pengaruh jangka panjang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di 5 negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filiphina, dan Thailand menyatakan bahwa Kredit Modal Kerja, Kredit Konsumsi, Dana Pihak Ketiga, dan IHSG berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Sementara itu, suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sustainable development challenges in Indonesia: A macroeconomics approach to finance, energy, and environment Firmansyah, Muhammad; Mu’ammal, Immanuel; Flejterski, Stanislaw; Castro, Jose Antonio Lopez
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/optimum.v16i1.14765

Abstract

This study aims to examine the relationships among credit dynamics, foreign direct investment, energy, economic growth, and environmental degradation in Indonesia from 1990 to 2024. Using a quantitative path analysis, this study examines the direct and indirect effects of working capital credit, consumer credit, foreign direct investment (FDI), and electricity consumption on environmental degradation via economic growth. The results reveal that all variables have a positive and significant effect on economic growth, with electricity consumption (β = 0.361; p < 0.007) being the primary contributor. Economic growth and electricity consumption also significantly increase environmental degradation, supporting the Environmental Kuznets Curve (EKC) hypothesis in Indonesia. Moreover, the analysis of indirect effects shows that economic growth mediates the relationships among credit distribution, FDI, and environmental degradation. This research is important because it examines sustainable development in Indonesia, where economic growth driven by the financial sector, FDI, and electricity consumption could increase carbon emissions and environmental degradation. These findings are relevant because they provide empirical evidence on the impact of financial and energy activities on environmental quality, both directly and through economic growth, in line with Indonesia's commitment to the SDGs and the green economy transition.