Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Program MSIB RevoU Sebagai Media Untuk Mengasah Kemampuan Mahasiswa di Dunia Industri Zahrani, Rahma; Ibadi, Taqrim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 4 (2024): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i4.904

Abstract

Dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, teknologi dan dunia kerja, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan kebutuhan perubahan yang tumbuh semakin pesat setiap waktunya. Kesempatan bagi seluruh mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta bisa mengikuti program Kampus Merdeka dan memberikan kesempatan pengalaman pembelajaran yang berbeda bagi mahasiswa dengan berkontribusi melalui proyek nyata dan dibimbing bersama tim dan pembimbing dengan proses yang baik dan berkolaborasi dengan berbagai organisasi, mitra startup, dan pemerintahan. RevoU Tech Academy menjadi salah satu mitra studi independen yang menyediakan media pembelajaran yang banyak dibutuhkan di dunia industri yaitu Software Engineering dan Data Analytics. Hasil studi independen di RevoU Tech Academy membawa manfaat yang besar untuk mahasiswa dalam menghadapi perkembangan di dunia industri.
Analisis Sentimen Opini Terhadap Novel Pada Website Goodreads Menggunakan Metode Naive Bayes Classifier Zahrani, Rahma
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 9, No 2: December 2024
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v9.i2.2024.77-84

Abstract

Pertumbuhan teknologi yang pesat memudahkan seseorang dalam menyampaikan berbagai opini secara online, termasuk mengenai pengalaman membaca buku. Banyak pembaca ingin mengetahui apakah suatu buku menarik menurut pandangan orang lain sebelum memutuskan buku mana yang akan dibaca. Namun, banyaknya komentar dan opini pada suatu novel mengakibatkan seseorang kesulitan untuk membaca satu per satu opini dan mengambil kesimpulan mengenai novel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan publik dan memberikan gambaran mengenai novel “Bumi” berdasarkan opini di website Goodreads, serta untuk mengetahui performa Naïve Bayes dalam memberikan klasifikasi sentimen. Metode yang digunakan untuk proses analisis sentimen adalah Naïve Bayes dengan menggabungkan metode Random Oversampling dalam proses resampling data latih. Klasifikasi Naïve Bayes dalam memberikan sentimen mendapatkan performa yang cukup baik pada nilai akurasi yakni sebesar 79% dan opini pembaca terhadap novel “Bumi” pada website Goodreads cenderung positif dengan persentase 85.26% opini positif, serta berdasarkan visualisasi wordcloud pada opini novel “Bumi” dapat disimpulkan novel tersebut bertema fantasi dan mempunyai alur yang lambat bagi sebagian orang.
Harmoni Multikultural; Keragaman dalam Penyelesaian Sengketa di ASEAN, Uni Eropa dan Liga Arab Margolang, Fahmi Ihsan; Zahrani, Rahma; Sapriliani, Syara; Mushlih, Taufik
Jurnal EL-QANUNIY: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan dan Pranata Sosial Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Syekh Ali Hasan Ahmad Addary State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-qanuniy.v10i1.11386

Abstract

This study explores the role of cultural diversity in dispute resolution within ASEAN, the European Union, and the Arab League. Using a qualitative library research method, this study analyzes relevant literature through the lens of multiculturalism and regional integration theories. Multiculturalism emphasizes the importance of cultural recognition, while regional integration theories, such as neo-functionalism and intergovernmentalism, highlight the roles of supranational institutions and member states. The findings indicate that cultural diversity influences dispute resolution approaches in the three organizations. ASEAN prioritizes consensus, the European Union employs legal mechanisms, while the Arab League faces internal political challenges. This study concludes that cultural recognition and robust institutional frameworks are key to effective dispute resolution.