p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kultivasi Agro Tatanen
Bayyinah, Lafi Na’imatul
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERTUMBUHAN BIBIT AREN PADA BERBAGAI KONSENTRASI DAN FREKUENSI PENYEMPROTAN PUPUK ORGANIK CAIR: PERTUMBUHAN BIBIT AREN PADA BERBAGAI KONSENTRASI DAN FREKUENSI PENYEMPROTAN PUPUK ORGANIK CAIR Widarawati, Rosi; Syarifah, Risqa Naila Khusna; Faozi, Khavid; Bayyinah, Lafi Na’imatul
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 5 No. 2 (2023): AGRO TATANEN Edisi Juli 2023 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/agrotatanen.v5i2.1159

Abstract

Tanaman aaren memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan, karena semua bagian dari tanaman aren dapat dimanfaatkan, antara lain menjadi gula aren yang mengalami peningkatan permintaan pasar. Upaya untuk meningkatkan produksi aren harus dilakukan agar permintaan aren dapat terpenuhi, antara lain dengan pemupukan bibit aren menggunakan pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan bibit aren pada berbagi konsentrasi dan frekuensi penyemprotan POC. Penelitian ini dilakukan di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret sampai Juni 2020. Rancangan yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor, yaitu konsentrasi POC (1 ml/l, 2 ml/l dan 3 ml/l) dan frekuensi penyemprotan ( 1 minggu sekali, 2 minggu sekali dan 3 minggu sekali). Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, kehijauan daun, volume akar, panjang akar, bobot akar segar dan kering. Data penelitian diuji dengan uji F (ANOVA) pada taraf kesalahan 5% apabila hasil menunjukan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Duncant’s Multiple Range Test pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi POC tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit tanaman aren. Frekuensi penyemprotan POC hanya berpengaruh terhadap kandungan klorofil daun (27,14 unit) dengan perlakuan terbaik adalah frekuensi 2 minggu sekali. Interaksi kedua perlakuan hanya berpengaruh terhadap tinggi bibit tanaman aren, yaitu dengan perlakuan terbaik pada konsentrasi 2 ml/l dengan frekuensi 2 minggu sekali menghasilkan tinggi tanaman sebesar 72 cm.
Growth response and yield performance of upland rice intercropped with legumes Sevirasari, Nindy; Hidayati, Wilujeng; Az Zahroh, Zulfa; Febriansyah, Bayu; Fiana, Marifatul Apri; Rochmaniah, Nabilla Najwa; Faozi, Khavid; Bayyinah, Lafi Na’imatul; Maryanto, Joko; Fauzi, Ahmad
Kultivasi Vol 25, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v25i1.67508

Abstract

Intercropping patterns in upland rice must be carefully managed to prevent excessive competition among crops. This research aimed to determine the ideal proportion of upland rice–legume intercropped and legume types for rice growth and yield. The research was conducted in Mersi, East Purwokerto, Banyumas, Central Java, from April–August 2025. The study was arranged in a split-plot design consisting of a main factor in form of the proportion of upland rice to legumes (1:1, 2:1, and 3:1), and a sub-factor, i.e., legume types (peanuts, mung beans, and soybeans). The data were analyzed using Analysis of Variance and Tukey's HSD test at α = 5%. The results showed that the height of upland rice plants in intercropping was significantly higher than in sole cropping at 35 and 56 days after planting (DAP). The SPAD leaf greenness index of upland rice leaves at 70 DAP in sole cropping was significantly higher than in intercropping. Intercropping produced the insignificant number of stems, leaves, panicles, dry weight, number, and weight of grain per plant as upland rice in sole cropping. The number and weight of empty grains per plant, as well as upland rice productivity in sole cropping, were significantly higher than in intercropping. Both factors did not significantly affect the growth and yield of upland rice under intercropping condition. Intercropping upland rice and peanuts at a 2:1 planting proportion resulted in a land equivalent ratio greater than 1, indicating that the system was productive and efficient despite a high competitive ratio.