Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Kartu Jaminan BPJS Kesehatan Di Puskesmas Anuntodea Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong: Implementation of the BPJS Health Guarantee Card at the Anuntodea Community Health Center, Central Parigi District, Parigi Moutong Regency Iin Wirasuari; Sitti Ulfah; Erna Suryana; Moh. Gafar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5517

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui Implementasi Kartu Jaminan Bpjs Di Puskesmas Anuntodea Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi MoutongJenis Penelitian ini deskriptif dan pendekatan analisis kualitatif. Pengumpulan Data dalam penelitian melalui data sekunder dan data primer ini dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan informan berjumlah 5 orang terdiri dari Kepala UPTD Puskesmas Anuntodea Kecamatan Parigi Tengah, Bagian Pelayanan BPJS Kesehatan, dan staf 3 orang. secara pourpsive sampling. Lokasi Pada UPTD Puskesmas Anuntodea Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong. Adapun Teori yang digunakan dalam penelitian ini Menurut Hastuti dan Fitri (2016), hak dan kewajiban peserta BPJS Kesehatan yaitu:, Mendaftarkan dirinya sebagai peserta, Mendapatkan kartu peserta. Memperoleh manfaat dan informasi tentang hak dan kewajiban, Mendapatkan pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Kartu BPJS sangat penting untuk kebutuhan kesehatan masyarakat, menjalankan hak dan kewajiban sudah berjalan dengan baik, juga mendapatkan pelayanan kesehatan segala upaya dan kegiatan pencegahan dan pengobatan penyakit, namun pelayanan kesehatan bagi kartu BPJS belum maksimal pelaksanaan disebabkan Kartu BPJS belum maksimal masih banyaknya masyarakat sebagai penerima layanan BPJS Kesehatan tidak memahami pelaksanaan program BPJS Kesehatan, salah satu masalah pada unsur pengaplikasiannya, khususnya pada aspek rujukan. adanya kekurangannya meliputi adanya batasan layanan dan Kurangnya tenaga medis, keterbatasan kemampuan dan kurangnya dokter, ketersediaan ruangan dan alat medis, serta kemungkinan adanya antrian untuk mendapatkan perawatan tertentu.