Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia terutama perannya sebagai pemanis, naik untuk dikonsumsi langsung ataupun untuk kebutuhan industri makanan dan minuman. Kebutuhan gula nasional Indonesia secara umum mencapai 7,3 juta ton dengan produksi gula nasional sebesar 2,35 juta ton tidak bisa menutupi kebutuhan konsumsi. Produksi dalam negeri perlu terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional. Solusi lain yang dapat dilakukan adalah mencari alternatif bahan pemanis lain yang mampu mensubstitusi gula. Salah satu gula alternatif yang digunakan yaitu sirup jagung fruktosa tinggi. Gula dari pati jagung dinilai memiliki rasa serta kemanisan yang hampir sama dengan sukrosa. Pati jagung dipilih sebagai bahan baku utama pembuatan sirup fruktosa dikarenakan salah satu komoditas terjamin di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, provinsi Jawa Timur memperoleh peringkat pertama dalam produksi jagung dengan luas panen 1,19 juta hektar menghasilkan 5,37 juta ton. Tujuan studi literatur ini adalah untuk menentukan seleksi proses dan besar kapasitas produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS). Penentuan seleksi proses ditentukan dengan metode studi literatur dari berbagai macam proses produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS) diantaranya hidrolisis asam-asam, asam-enzim, dan enzim-enzim. Perhitungan kapasitas produksi dilakukan dengan metode perhitungan pertumbuhan rata-rata pertahun pada proses produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS) dari penggunaan data ekspor dan impor pada tahun 2012-2021. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi High Fructose Corn Syrup (HFCS) yang akan didirikan pada tahun 2025 di Tuban, Jawa Timur adalah sebesar 15.000 ton/tahun dengan seleksi proses yang dipilih enzim-enzim.