Menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah suatu keharusan bagi setiap orang, karena gigi dan mulut merupakan salah satu titik masuk nutrisi penting ke dalam tubuh. Kesehatan mulut yang baik akan meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup. Mengunyah sirih, atau lebih dikenal sebagai menginang, adalah praktik budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Mengunyah sirih adalah proses mencampur beberapa bahan, seperti pinang, daun/buah sirih, kapur, dan gambir, yang kemudian dikunyah bersama. Mengunyah sirih/menginang adalah tradisi budaya yang sering dipraktikkan di Indonesia, seperti pada upacara pernikahan dan pertunangan. Mengunyah sirih/menginang memiliki efek positif dan negatif. Artikel tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menyajikan informasi terkait efek mengunyah sirih/menginang terhadap kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini merupakan studi pustaka atau tinjauan artikel yang dilakukan menggunakan situs web Garudan dan basis data Google Scholar dengan publikasi dari tahun 2020 hingga 2026 dengan kata kunci “Menyirih”, “Menginang”, dan “pinang”. Tinjauan literatur menemukan bahwa mengunyah sirih memiliki efek positif dan negatif. Efek positifnya adalah mengunyah sirih memperkuat struktur gigi dan membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Sementara itu, efek negatifnya adalah peradangan rongga mulut, periodontitis, karies gigi, lesi mulut, dan kanker mulut. Kebiasaan mengunyah sirih berdampak pada kesehatan gigi dan mulut, dan hasil yang diperoleh menunjukkan banyak efek negatif pada kesehatan.