p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kiwari
Genep Sukendro, Gregorius
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Media Sosial Instagram dalam Meningkatkan Brand Engagement di Instagram Monochrome Andhika Putra Riyadi, Rhama; Genep Sukendro, Gregorius
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32007

Abstract

Monochrome is a local brand operating in the fashion sector. In running the company since 2010, Monochrome has implemented marketing communications as a method or form of sales, the use of social media in the form of seeking brand engagement, and CRM as a form of maintaining relationships with customers. In practice, this communication is continuous with one another. Social media is used as a forum for seeking brand engagement through entertainment content which is executed by content creators and proposed ideas and concepts by social media specialists, then it will continue to marketing communications in selling Monochrome products and building relationships with customers through CRM. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out by researchers by means of observation, interviews and documentation. In increasing brand engagement, Monochrome uses social media specialists to create marketing strategies through Instagram social media. This is proven by the way social media specialists create and promote idea concepts that content creators will execute. In executing this content, the content creator will create entertainment or educational videos in search of brand engagement and also CRM as a form of maintaining relationships with customers. Monochrome merupakan brand lokal yang bergerak di bidang fashion. Dalam menjalankan perusahaan sejak 2010, Monochrome menerapkan komunikasi pemasaran sebagai cara atau bentuk penjualan, pemanfaatan media sosial dalam bentuk mencari brand engagement, dan CRM sebagai bentuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Dalam pelaksanaannya, komunikasi ini saling berkesinambungan antara satu dengan lainnya. Sosial media dijadikan wadah mencari brand engagement melalui konten entertainment yang di eksekusi oleh content creator dan diusung ide dan konsep oleh social media specialist, kemudian akan berlanjut kepada komunikasi pemasaran dalam menjual produk Monochrome dan membangun hubungan dengan pelanggan melalui CRM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan peneliti dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam meningkatkan brand engagement, Monochrome menggunakan social media specialist dalam membuat strategi pemasaran melalui media sosial Instagram, hal ini terbukti dengan cara social media specialist membuat dan mengusung konsep ide yang akan dieksekusi content creator. Dalam mengeksekusi konten tersebut, content creator akan membuat video entertainment atau pun edukatif dalam mencari brand engagement dan juga CRM sebagai bentuk dalam menjaga hubungan dengan pelanggan.
Studi Psikologi Komunikasi: Menyentuh Rahasia Makna di Balik Karakter Fantasi Mermaid Pramacinta Karyadi, Sharon; Genep Sukendro, Gregorius
Kiwari Vol. 3 No. 3 (2024): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v3i3.32027

Abstract

Humans, special creatures with an unfathomable range of imaginative expression. A true artist with masterpieces that cross the fantasy dimension. The dynamic turmoil of life triggers a variety of stimuli, including the influence of media that displays visual essence to penetrate the mind and is able to influence individual perspectives. Even though it revolves around the realm of reality, hidden uniqueness often challenges real world attachments, even showing interest in a fantasy world shrouded in mystery. The focus of this research is to expand the depth of science to examine the reasons behind human interest in the fantasy character of the mermaid. This research involves various scientific theories, namely human philosophy theory, communication psychology, visuals, and psychoanalysis. Oriented to a qualitative approach with phenomenology and critical theory as the chosen methods, this research focuses its attention on interview and observation techniques with three main sources, not forgetting secondary data in the form of documentation and literature studies as real, indisputable clues. This research attempts to focus the deepening of knowledge into aspects of the human unconscious, without releasing the essence of communication that is embedded in it. The research results indicate that there is inner conflict and an imbalance in an individual's personality structure when faced with problems that they cannot overcome. This is what underlies the initial interest in unreal characters, dreaming of a life similar to a fantasy character as a form of self-defense mechanism. Manusia, makhluk istimewa dengan jangkauan ekspresi imajinatif tak terduga. Seniman sejati dengan mahakarya-mahakarya yang melintasi dimensi fantasi. Gejolak kehidupan dinamis memicu variasi stimulus, termasuk pengaruh media yang menampilkan esensi visual untuk meresap ke dalam pikiran dan mampu mempengaruhi perspektif individu. Meski berputar dalam lingkup realita, keunikan yang terpendam seringkali menantang keterikatan dunia nyata, bahkan menunjukkan ketertarikannya pada dunia fantasi nan berselimut misteri. Fokus penelitian ini adalah merentangkan pendalaman ilmu untuk mengkaji alasan dibalik ketertarikan manusia pada sosok karakter fantasi mermaid. Penelitian ini melibatkan beragam teori ilmu, yakni teori filsafat manusia, psikologi komunikasi, visual, serta psikolanalisis. Berorientasi pada pendekatan kualitatif dengan fenomenologi dan taeori kritis sebagai metode terpilih, penelitian ini memusatkan perhatiannya pada teknik wawancara dan observasi dengan tiga narasumber utama, tak luput dengan data sekunder berupa dokumentasi serta studi pustaka sebagai petunjuk nyata yang tak terbantahkan. Penelitian ini berupaya untuk memusatkan pendalaman ilmunya ke dalam aspek ketidaksadaran manusia, tanpa melepaskan esensi komunikasi yang terbenam di dalamnya. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat konflik batin dan ketidakseimbangan struktur kepribadian individu ketika dihadapi oleh permasalahan yang tak sanggup dilewatinya. Hal inilah yang melandasi awal ketertarikan terhadap sosok karakter yang tak nyata, memimpikan kehidupan serupa dengan karakter fantasi sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri.