Kosongkan soni, Riyan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan Berbasis TQM (Total Quality Management) di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta Kosongkan soni, Riyan
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Januari - Juni 2024
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/jamp.v5i1.1761

Abstract

Manajemen sarana prasarana diperlukan untuk memberikan layanan profesional sehingga proses pendidikan di sekolah terselenggara secara efektif dan efisien. Penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif desktiptif dengan menganalisis manajemen sarana prasaranan berbasis TQM (Total Quality Management) di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara, serta data yang diperoleh dianalisis dan dituangkan secara naratif. Manajemen sarana prasarana meliputi perencanaan/analisis kebutuhan, pengadaaan, penyaluran, penyimpanan, inventarisasi, pengawasan, dan pemeliharaan, dan penghapusan. Perencanaan kebutuhan sarana prasarana di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta dilakukan pada awal tahun dengan dua tahap, tahap pertama jangka pendek dan kedua jangka panjang. Pengadaan sarana prasarana yaitu mengadakan barang-barang yang telah dianalisis diawal tahun. Kemudian proses pengadaaannya di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta bersumber dari seluruh elemen atau pihak. Dari pemerintah dana BOS, dari sekolah dan wali murid. Sekolah juga meminjam sarana prasarana dari pihak luar, misalkan peminjaman kursi ketika hendak melaksanakan sebuah kegiatan. Sekolah juga melakukan seperti menyewa gedung untuk tutup tahunan (pelepasan kelas IX). Penyaluran sarana prasarana melalui dua pihak yang terlibat yaitu pertama pihak sumber dari mana sarana prasarana berasal. Kedua pihak penerima sarana prasarana. Penyimpanan, pemeliharaan dan pengawasan dilakukan untuk tetap menjaga keutuhan sarana prasarana dalam jangka waktu yang lama. Inventarisasi merupakan proses mendata seluruh fasilitas yang ada di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Penghapusan sarana kegiatan untuk memudahkan inventaris sarana prasarana yang sudah tidak layak pakai dan tidak ada harga jual. Pemerintah telah memberikan standar sarana prasarana. Sarana prasarana berbasis total quality management (TQM) di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta dilihat dari standar pemerintah melampaui batas.
Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan Berbasis TQM (Total Quality Management) di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta Kosongkan soni, Riyan
MATAAZIR: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Januari - Juni 2024
Publisher : STAIN Madina Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/jamp.v5i1.1761

Abstract

Manajemen sarana prasarana diperlukan untuk memberikan layanan profesional sehingga proses pendidikan di sekolah terselenggara secara efektif dan efisien. Penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif desktiptif dengan menganalisis manajemen sarana prasaranan berbasis TQM (Total Quality Management) di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara, serta data yang diperoleh dianalisis dan dituangkan secara naratif. Manajemen sarana prasarana meliputi perencanaan/analisis kebutuhan, pengadaaan, penyaluran, penyimpanan, inventarisasi, pengawasan, dan pemeliharaan, dan penghapusan. Perencanaan kebutuhan sarana prasarana di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta dilakukan pada awal tahun dengan dua tahap, tahap pertama jangka pendek dan kedua jangka panjang. Pengadaan sarana prasarana yaitu mengadakan barang-barang yang telah dianalisis diawal tahun. Kemudian proses pengadaaannya di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta bersumber dari seluruh elemen atau pihak. Dari pemerintah dana BOS, dari sekolah dan wali murid. Sekolah juga meminjam sarana prasarana dari pihak luar, misalkan peminjaman kursi ketika hendak melaksanakan sebuah kegiatan. Sekolah juga melakukan seperti menyewa gedung untuk tutup tahunan (pelepasan kelas IX). Penyaluran sarana prasarana melalui dua pihak yang terlibat yaitu pertama pihak sumber dari mana sarana prasarana berasal. Kedua pihak penerima sarana prasarana. Penyimpanan, pemeliharaan dan pengawasan dilakukan untuk tetap menjaga keutuhan sarana prasarana dalam jangka waktu yang lama. Inventarisasi merupakan proses mendata seluruh fasilitas yang ada di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Penghapusan sarana kegiatan untuk memudahkan inventaris sarana prasarana yang sudah tidak layak pakai dan tidak ada harga jual. Pemerintah telah memberikan standar sarana prasarana. Sarana prasarana berbasis total quality management (TQM) di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta dilihat dari standar pemerintah melampaui batas.