Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI PELUANG BERDASARKAN GAYA BELAJAR DI KELAS XI SMA NEGERI 2 MAZO Elinasokhi Hulu
FAGURU: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan Vol 3 No 2 (2024): FAGURU: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keguruan
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/faguru.v3i2.1914

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan jenis kesalahan siswa kelas XI SMA Negeri 2 Mazo dalam menyelesaikan soal peluang (2) untuk mengetahui penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal peluang (3) untuk mengetahui gaya belajarnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes, wawancara dan angket. Dengan menggunakan teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Berdasarkan temuan peneliti diperoleh kesalahan siswa kelas XI SMA Negeri 2 Mazo dalam menyelesaikan soal peluang yang berjumlah 25 siswa adalah kesalahan memahami soal 35,2%, kesalahan menyelesaikan soal 44,8%, kesalahan menentukan jawaban akhir 9,6%, kesalahan tidak menjawab soal 4,0% dan jawaban benar 6,4%. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa siswa yang melakukan kesalahan paling banyak adalah kesalahan menyelesaikan soal. Penyebab siswa mengalami masalah dalam menyelesaikan soal yaitu : (a) siswa kurang mampu memahami yang diketahui dari soal, (b) siswa tidak mampu mengidentifikasi operasi matematika dalam menyelesaikan permasalahannya, (c) siswa melakukan kesalahan menghitung atau ketidaktelitian dalam perhitungan sehingga tidak memberikan jawaban dengan tepat. Sehingga hasil lembar jawaban siswa tidak memuaskan, (d) siswa sama sekali tidak bisa menjawab soal sehingga lembar jawaban kosong. Gaya belajar visual memperoleh 16 siswa, gaya belajar auditorial memperoleh 6 siswa, dan gaya belajar kinestetik memperoleh 3 siswa. Dengan itu, peneliti menyarankan kepada guru (1) hendaknya lebih sering memberikan soal yang membutuhkan penafsiran keabsahan (2) hendaknya membiasakan siswa menyelesaikan soal secara utuh dari penulisan soal yang diketahui sampai kesimpulan akhir, (3) sebaiknya dalam meyampaikan materi hendaknya disesuaikan dengan tipe gaya belajar siswa.