Sumber daya alam tak terbarukan semakin terkuras oleh eksploitasi tanpa batas. Untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, bioetanol dari limbah kulit nanas dan pisang dipelajari dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan bahan baku bioetanol dari limbah kulit nanas dan kulit pisang, serta alat destilasi. Variabel bebas penelitian ini mencakup penggunaan kulit nanas dan kulit pisang, variabel terikat meliputi kadar bioetanol, suhu fermentasi, suhu destilasi, suhu api pembakaran, dan karakteristik titik api. Variabel terkontrol termasuk berat fermipan untuk fermentasi dan berat kapas untuk uji pembakaran.Kulit nanas menghasilkan bioetanol 92,8%, sedangkan kulit pisang 88%, karena kandungan gula yang lebih tinggi pada kulit nanas. Proses fermentasi dan distilasi diamati selama beberapa hari dengan hasil yang menjanjikan untuk menjadi bahan bakar alternatif.