Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kejadian Ablasio Retina Regmatogen Pada Miopia Tinggi: Sebuah Laporan Kasus Putriutami, Ni Luh Ayu Made Intan Edyassari; Kusumastuti, Fitria; Sudiarta, I Ketut Edy
Surabaya Biomedical Journal Vol 2 No 1 (2022): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i1.44

Abstract

Latar Belakang: Ablasio retina adalah salah satu kelainan mata yang dapat mengancam penglihatan dan dapat menyebabkan kebutaan. Ablasio retina regmatogen merupakan jenis ablasio yang paling sering ditemukan dan memerlukan penatalaksanaan bedah yang segera dan komprehensif untuk mencegah terjadinya gangguan penglihatan dan kebutaan yang permanen. Insiden kasus ablasio retina regmatogen secara global adalah 1 dibanding 10.000 kasus per tahunnya. Miopia tinggi merupakan salah satu faktor resiko dari ablasio retina regmatogen. Ilustrasi Kasus: Pasien laki-laki berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan mata kanan kabur mendadak dan pandangan seperti tertutup tirai hitam sejak 4 jam sebelum ke rumah sakit setelah mengangkat benda berat dengan riwayat penggunaan kacamata OD S-11.0 D dan OS S-10.0 D. Pada pemeriksaan oftalmologis didapatkan visus OD light perception (+) dengan total detach pada retina, retinal tear pada jam 11-12, macula off, RM (-). Pasien menjalani vitrektomi pars plana dengan tamponade perfluorocarbon dan endolaser. Pasien mengalami peningkatan tajam penglihatan setelah menjalani tindakan tersebut. Kesimpulan: Seorang laki-laki berusia 25 tahun dengan riwayat miopia tinggi mengalami ablasio retina regmatogen setelah melakukan aktifitas mengangkat benda berat. Tindakan vitrektomi pars plana dengan tamponade perfluorocarbon dan endolaser telah dilakukan pada pasien ini dan memberikan hasil attachment dan hasil tajam penglihatan yang relatif baik.
PROFIL DAN ETIOLOGI FLUOR ALBUS DI POLIKLINIK OBSTETRI-GINEKOLOGI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA Sudiarta, I Ketut Edy
Surabaya Biomedical Journal Vol 2 No 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i2.45

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Sepanjang hidup hampir setiap wanita pernah mengalami keputihan. Angka kejadiannya belum diketahui secara pasti, tetapi WHO melaporkan 75% wanita pernah mengalami keputihan, sedangkan 25% wanita Eropa dilaporkan pernah mengalami keputihan. Di Indonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan. Kenyataannya memang tidak semua kasus keputihan merupakan keadaan patologis. Keputihan yang bersifat patologis sebagian besar disebabkan oleh Gardnerella vaginalis, Trikomonas, kandida albikan, Neisseria gonorrhoea, Chlamydia trachomatis. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profile dan sebaran kuman kasus fluor albus di poliklinik Obstetric-Ginekologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut DR. Ramelan Surabaya Periode Oktober 2019 sampai Desember 2021. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif, dengan menggunakan total sampling yang diambil dari rekam medis pasien yang terdiagnosis fluor albus. Hasil : Selama kurun waktu penelitian didapatkan 49 sampel dengan frekuensi terbanyak adalah usia produktif masing-masing 20 orang (41%) yaitu masing-masing pada kelompok usia 35 – 44 tahun dan 45 – 54 tahun, pendidikan SMA sebanyak 26 orang (53%),31 sampel (63%) ibu rumah tangga, 41 orang (84%) multipara, dan hasil pemeriksaan mikroskopik dari swab vaginaadalah Haemophylus vaginalis sebanyak 17 orang (35%). Kesimpulan : Profile dan gambaran mikroskopik dari 49 sampel penelitian didapatkan mayoritas pada kelompok usia 35 – 44 tahun dan 45 – 54 tahun masing-masing 20%, pendidikan SMA 53%, ibu rumah tangga 63%, multipara 84%, dan hasil pemeriksaan mikroskopik swab vagina adalah Haemophylus vaginalis.
Kejadian Ablasio Retina Regmatogen Pada Miopia Tinggi: Sebuah Laporan Kasus Putriutami, Ni Luh Ayu Made Intan Edyassari; Kusumastuti, Fitria; Sudiarta, I Ketut Edy
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 1 (2022): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i1.44

Abstract

Latar Belakang: Ablasio retina adalah salah satu kelainan mata yang dapat mengancam penglihatan dan dapat menyebabkan kebutaan. Ablasio retina regmatogen merupakan jenis ablasio yang paling sering ditemukan dan memerlukan penatalaksanaan bedah yang segera dan komprehensif untuk mencegah terjadinya gangguan penglihatan dan kebutaan yang permanen. Insiden kasus ablasio retina regmatogen secara global adalah 1 dibanding 10.000 kasus per tahunnya. Miopia tinggi merupakan salah satu faktor resiko dari ablasio retina regmatogen. Ilustrasi Kasus: Pasien laki-laki berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan mata kanan kabur mendadak dan pandangan seperti tertutup tirai hitam sejak 4 jam sebelum ke rumah sakit setelah mengangkat benda berat dengan riwayat penggunaan kacamata OD S-11.0 D dan OS S-10.0 D. Pada pemeriksaan oftalmologis didapatkan visus OD light perception (+) dengan total detach pada retina, retinal tear pada jam 11-12, macula off, RM (-). Pasien menjalani vitrektomi pars plana dengan tamponade perfluorocarbon dan endolaser. Pasien mengalami peningkatan tajam penglihatan setelah menjalani tindakan tersebut. Kesimpulan: Seorang laki-laki berusia 25 tahun dengan riwayat miopia tinggi mengalami ablasio retina regmatogen setelah melakukan aktifitas mengangkat benda berat. Tindakan vitrektomi pars plana dengan tamponade perfluorocarbon dan endolaser telah dilakukan pada pasien ini dan memberikan hasil attachment dan hasil tajam penglihatan yang relatif baik.
PROFIL DAN ETIOLOGI FLUOR ALBUS DI POLIKLINIK OBSTETRI-GINEKOLOGI RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA : PROFILE AND ETIOLOGY OF VAGINAL DISCHARGE AT OBSTETRIC-GYNECOLOGY RSPAL DR. RAMELAN SURABAYA Sudiarta, I Ketut Edy
Surabaya Biomedical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v2i2.45

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Sepanjang hidup hampir setiap wanita pernah mengalami keputihan. Angka kejadiannya belum diketahui secara pasti, tetapi WHO melaporkan 75% wanita pernah mengalami keputihan, sedangkan 25% wanita Eropa dilaporkan pernah mengalami keputihan. Di Indonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan. Kenyataannya memang tidak semua kasus keputihan merupakan keadaan patologis. Keputihan yang bersifat patologis sebagian besar disebabkan oleh Gardnerella vaginalis, Trikomonas, kandida albikan, Neisseria gonorrhoea, Chlamydia trachomatis. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profile dan sebaran kuman kasus fluor albus di poliklinik Obstetric-Ginekologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut DR. Ramelan Surabaya Periode Oktober 2019 sampai Desember 2021. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif, dengan menggunakan total sampling yang diambil dari rekam medis pasien yang terdiagnosis fluor albus. Hasil : Selama kurun waktu penelitian didapatkan 49 sampel dengan frekuensi terbanyak adalah usia produktif masing-masing 20 orang (41%) yaitu masing-masing pada kelompok usia 35 – 44 tahun dan 45 – 54 tahun, pendidikan SMA sebanyak 26 orang (53%),31 sampel (63%) ibu rumah tangga, 41 orang (84%) multipara, dan hasil pemeriksaan mikroskopik dari swab vaginaadalah Haemophylus vaginalis sebanyak 17 orang (35%). Kesimpulan : Profile dan gambaran mikroskopik dari 49 sampel penelitian didapatkan mayoritas pada kelompok usia 35 – 44 tahun dan 45 – 54 tahun masing-masing 20%, pendidikan SMA 53%, ibu rumah tangga 63%, multipara 84%, dan hasil pemeriksaan mikroskopik swab vagina adalah Haemophylus vaginalis.
SEL POLIMORFONUKLEAR MEMBERAN PLASENTA PADA KASUS KPP DI RSPAL SURABAYA Sudiarta, I Ketut Edy
Surabaya Biomedical Journal Vol. 3 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v3i1.117

Abstract

ABSTRAK Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda-tanda persalinan, dan dapat terjadi pada kehamilan aterm maupun pada hehamilan prematur. Inflamasi merupakan kondisi umum yang mendasari terjadinya KPD. Desain penelitian ini adalah penelitian cross sectional deskriptif observasional. Sampel penelitian ini adalah sampel jenuh yang diambil selama 4 bulan (bulan Agustus-November 2019). Bahan pemeriksaan berupa selaput ketuban yang diambil saat persalinan pasien-pasien yang didiagnosis PROM di RSPAL Surabaya. Kemudian dilakukan pemeriksaan patologi anatomi untuk melihat sebaran sel radang PMN. Total sampel adalah 20 pasien. Berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi didapatkan bahwa 11 dari 20 (55%) selaput janin mengandung sel radang polimorfonuklear dan 9 (45%) sisanya tidak mengandung sel radang polimorfonuklear. Lebih dari separuh kasus pecahnya selaput ketuban disebabkan oleh terjadinya keradangan pada selaput ketuban. Kata kunci: ketuban pecah dini, sel radang, sel inflamasi, polimorfonuklear, histopatologi. ABSTRACT Premature of membranes (PROM) is the rupture tht amniotic membranes before there are signs of labor, and can occur i8n term pregnancies as well as in premature pregnancy. Inflammation is a common condition that underlies the PROM. The design of this research is a cross sectional descriptive study. Examination material in the form of amniotic membranes taken during delivery of patients diagnosed with PROM at RSPAL Surabaya. The methods sampling is a saturated sample taken for 4 months (August – November 2019), then an anatomic pathology analysis was carried out to see the distribution of PMN inflammatory cells. The total sample is 20 patients. Based on the results histopathological examination, it was found that 55% fetal membranes contained polymorphonuclear cells and 45% without polymorphonuclear cells. More than half of the cases of rupture membranes are caused by inflammation. Keywords: premature rupture of the membranes, inflammatory cells, polymorphonuclear cell, histopathology.
Cephalic Distocia Sudiarta, I Ketut Edy
Surabaya Biomedical Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/sbj.v4i2.149

Abstract

The normal birth process is determined by 3 main factors, namely maternal power, pelvic size and fetus. Normal delivery is vaginal delivery with a fetus in occiput posterior presentation that proceeds naturally without the help of tools. If there is no occiput posterior presentation, there is a possibility that labor will be obstructed even though the shape and extension of the baby are within normal limits. Thus, a careful examination must be carried out to determine the position of the head in the pelvic cavity. Here we will explain several head positions that often cause dystocia.