Syahmahendra, Bernado Udayana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SIKLUS HIDUP GULMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI SITE-SPECIFIC Syahmahendra, Bernado Udayana
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i1.5815

Abstract

Gulma adalah tumbuhan liar yang dapat hidup di segala tempat termasuk buatan manusia. Tanah, tanaman budidaya, tembok beton, hingga trotoar. Meskipun eksistensinya dianggap merugikan, di satu sisi gulma memiliki daya hidup yang menginspirasi penulis dalam kehidupan personal hinngga divisualisasikan dalam karya seni rupa. Untuk mencapai tujuan dari penelitian artistik ini, metode penciptaan menggunakan pendekatan Practice Based Research. Pemilihan gulma yang memiliki sifat adaptif mengarahkan penulis untuk mengeksplorasi tema dengan pendekatan abstrak ekspresionis yang kemudian diterapkan dengan site specific art secara konseptual untuk mendukung gagasan dari siklus hidup tumbuhan gulma. Kemudian didukung dengan lima proses kreatif dari pemikiran David Campbell yaitu, persiapan, konsentrasi, inkubasi, iluminasi, dan yang lima adalah verifikasi. Sehingga setelah proses penelitian artistik terlaksana menghasilkan tiga buah karya site work dengan judul “Self Growth”, “Under Pressure”, dan “Hope” yang menghasilkan efek draperi.
Perancangan Karakter Weed-O Sebagai Superhero Alternatif Untuk Remaja Syahmahendra, Bernado Udayana
Artika Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v8i2.829

Abstract

Fiksi Superhero berkaitan dengan para remaja, kedekatan tokoh fiksi dengan remaja tidak terlepas dari isu kekerasan karena tontonan tersebut memiliki unsur agresivitas dari karakter yang disajikan. Tumbuhan gulma dirancang sebagai tokoh fiksi baru atau alternatif untuk remaja dalam bentuk karakter bernama “Weed-O”. Gulma adalah tumbuhan liar yang biasa tumbuh di sembarang tempat. Meskipun keberadaan gulma dianggap merugikan, namun gulma memiliki sisi positif yang mendatangkan berbagai manfaat dan menjadi inspirasi. Karakteristik gulma yang dapat beradaptasi di manapun, serta semangat tumbuh tanpa dirawat secara khusus menjadi inspirasi untuk diangkat. Selain nilai filosofinya, tumbuhan gulma yang beragam memiliki sisi artistik yang mampu mendatangkan transformasi bentuk ke dalam bentuk ilustrasi karakter “Weed-O”. Konsep hero di sini sebagai penolong yang disamakan dengan simbiosis mutualisme, pergeseran konsep ini diharapkan menjadi solusi dari isu kekerasan yang terjadi karena meniru adegan atau tontonan kekerasan adu fisik dari cerita superhero yang berkonsep hero sebagai pembasmi kejahatan. Seperti halnya ide tentang superhero tumbuhan gulma ini, nantinya akan dituangkan ke dalam bentuk ilustrasi.
SIKLUS HIDUP GULMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI SITE-SPECIFIC Syahmahendra, Bernado Udayana
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i1.5815

Abstract

Gulma adalah tumbuhan liar yang dapat hidup di segala tempat termasuk buatan manusia. Tanah, tanaman budidaya, tembok beton, hingga trotoar. Meskipun eksistensinya dianggap merugikan, di satu sisi gulma memiliki daya hidup yang menginspirasi penulis dalam kehidupan personal hinngga divisualisasikan dalam karya seni rupa. Untuk mencapai tujuan dari penelitian artistik ini, metode penciptaan menggunakan pendekatan Practice Based Research. Pemilihan gulma yang memiliki sifat adaptif mengarahkan penulis untuk mengeksplorasi tema dengan pendekatan abstrak ekspresionis yang kemudian diterapkan dengan site specific art secara konseptual untuk mendukung gagasan dari siklus hidup tumbuhan gulma. Kemudian didukung dengan lima proses kreatif dari pemikiran David Campbell yaitu, persiapan, konsentrasi, inkubasi, iluminasi, dan yang lima adalah verifikasi. Sehingga setelah proses penelitian artistik terlaksana menghasilkan tiga buah karya site work dengan judul “Self Growth”, “Under Pressure”, dan “Hope” yang menghasilkan efek draperi.