Seran, Klaudia Nia
Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Arang sebagai Media Pendukung dalam Optimalisasi Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias sp.) pada Sistem Budikdamber Seran, Klaudia Nia; Salu, Susanti Maria Yosefa
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 5, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v5i1.7326

Abstract

Budidaya ikan lele (Clarias sp.) dengan sistem budidamber merupakan salah satu kegiatan budidaya yang sudah banyak dikembangkan di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kota Kupang. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi dalam sistem budikdamber adalah penurunan kualitas air yang cepat setelah 3 hari pemeliharaan akibat penumpukan sisa pakan dan sisa hasil metabolisme. Solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menambahkan arang ke dalam media budidaya. Arang dikenal memiliki kemampuan adsorpsi yang tinggi, sehingga efektif dalam menyerap gas-gas terlarut, logam berat, serta menghilangkan bau dan kekeruhan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pemanfaatan arang sebagai media pendukung dalam sistem Budikdamber untuk optimalisasi pertumbuhan ikan lele (Clarias sp.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Produksi dan Manajemen Budidaya, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan dengan tiga ulangan, yang meliputi perlakuan Kontrol (+) yaitu Budikdamber tanpa arang dengan penambahan top filter, Kontrol (-) yaitu Budikdamber tanpa arang dan tanpa top filter, dan perlakuan Arang yaitu Budikdamber dengan penambahan arang tanpa top filter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan arang dalam wadah budidaya dapat meningkatkan kualitas air budidaya, seperti mengurangi kadar amoniak, tingkat kekeruhan, dan bau. Pertumbuhan bobot ikan lele pada perlakuan Arang dan Kontrol (+), yang tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara keduanya, secara signifikan lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan Kontrol (-). Pertumbuhan panjang ikan lele pada perlakuan Kontrol (+) secara signifikan lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan Arang, dan perlakuan Arang secara signifikan lebih tinggi (P<0,05) dibanding perlakuan Kontrol (-). Nilai FCR pada perlakuan Arang secara signifikan lebih rendah (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan Kontrol (+) dan Kontrol (-). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penambahan arang dapat meningkatkan performa pertumbuhan ikan lele yang dipelihara pada sistem budikdamber. Kata kunci: Arang, budikdamber, kualitas air, performa pertumbuhan, ikan lele.
Komposisi dan Distribusi Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Pantai Utara Atapupu Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur Salu, Susanti Maria Yosefa; Seran, Klaudia Nia
JURNAL VOKASI ILMU-ILMU PERIKANAN (JVIP) Vol 5, No 2 (2024): April 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jvip.v5i2.7433

Abstract

Mangrove adalah sumber daya alam potensial yang ditemukan pada zona intertidal di daerah tropis dan subtropis.Salah satu organisme laut yang hidup pada ekosistem mangrove adalah gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan distribusi gastropoda di ekosistem mangrove pantai utara Atapupu Kabupaten Belu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei mencakup pengumpulan data yang ada di lapangan sedangkan penentuan transek garis dan plot sampling menggunakan purpose sampling sebanyak 18 transek dan 54 plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran kualitas air (pH, suhu, salinitas dan oksigen terlarut (DO))sesuai untuk kelangsungan hidup gastropoda. Jenis gastropoda yang ditemukan pada lokasi penelitian sebanyak 20 famili dan 48 spesies. Stasiun dengan kepadatan tertinggi ditemukan pada stasiun 3 (634 individu/m2), kepadatan terendah pada stasiun 1 (335 individu/m2). Kepadatan gastropoda tertinggi sebanyak 413 individu/m2pada famili potamididae sedangkan kepadatan terendah sebanyak 1 individu/m2pada famili volutidae. Indeks keanekaragaman gastropoda termasuk ke dalam kategori tercemar ringan, penyebaran individu setiap jenis tidak sama dan tidak ada spesies gastropoda yang mendominasi ketiga stasiun pengamatan. Mangrove yang ditemukan sebanyak 6 jenis yaitu Sonneratia alba, Ceriops tagal, Rhizophora stylosa, Avicennia alba, Bruguiera gymnorhiza dan Avicennia officinalisKata kunci : Gastropoda; kualitas air; mangrove ; komunitas