Yaumidin, Umi Karomah
P2E-LIPI

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OUTPUT AND UNEMPLOYMENT: TESTING OKUN’S LAW IN INDONESIA Yaumidin, Umi Karomah
RIEBS Vol 6, No 1 (2015): Reviews of Indonesian Economic and Bussiness
Publisher : P2E-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.922 KB)

Abstract

This paper reports a study of the testing of Okun’s Law in the Indonesian economy: we test difference and gap models of Okun’s thesis. For this we use annual data on GDP and unemployment rates for Indonesia from 1980 to 2013. The main conclusions are, first, that Indonesia still faces a continuing high unemployment rate according to the results of the output gap model and of the first difference model. Second, in the long term, demand in Indonesia’s employment market is inelastic, especially during financial crises. Indonesia needs high economic growth to cause demand for labour to be more elastic to absorb many more into the labour force. Overall, our analyses found that interpretations of Okun’s Law might not be applicable to Indonesia’s economy.
Kerja Sama Finansial OKI: Isu dan Prospek Kawasan Mata Uang Bersama Yaumidin, Umi Karomah
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 22, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.22.2.2014.149-163

Abstract

Organisasi Kerja sama Islam (OKI) telah melakukan kesepakatan kerja sama ekonomi dan perdagangan dalam kurun waktu yang cukup lama. Untuk tahapan selanjutnya OKI diharapkan dapat menuju pada proses integrasiekonomi yang lebih tinggi seperti kerja sama di sektor finansial. Tulisan ini akan mengulas kemungkinan negara-negara anggota OKI bekerja sama membentuk kawasan mata uang bersama. Dengan menggunakan pendekatan metode VAR untuk menguji kemungkinan adanya kawasan mata uang bersama diantara negara-negara anggota OKI. Dimulai dengan Negara-negara yang berada di kawasan Timur Tengah seperti Iran, Iraq, Kuwait, Qatar, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab, analisis datadari tahun 1975-2011 menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan untuk membentuk kawasan mata uang bersama sebelum akhirnya dijadikan acuan bagi pembentukan kawasan mata uang bersama di lingkup anggota OKI. Hasil studi menunjukan bahwa gejolak permintaan dan penawaran yang searah dengan gejolak struktural yang terjadi di lima negara (Iran, Iraq, Qatar, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab). Hal ini mengindikasikan adanya kesamaan system nilai tukar yang di patok pada mata uang tertentu yaitu Dollar Amerika, sehingga terbuka kesempatan untuk melakukan integrasi ekonomi pada tingkat yang lebih tinggi. Namun demikian, untuk kasus Kuwait yang berlawanan dengan lima negara lainnya dapat disebabkan oleh berbagai macam factor seperti perbedaan system moneter hingga pola pertumbuhan ekonomi dan kebijakan makro di negara setempat. Sehingga factor-faktor ini dapat pula menjadi factor penghambat terjadinya kawasan mata uang bersama di antaraanggota OKI.
Kewirausahaan Sosial dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan: Tantangan Singergi Multi-sektor dan Multi-dimensi Yaumidin, Umi Karomah
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 21, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.21.1.2013.7-27

Abstract

Tujuan dari tulisan untuk memahami hubungan antara kewirausahaan social dengan tanggung jawab social perusahaan dengan studi kasus Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Terdapat pergeseran paradigma dalam mengartikan kewirausahaan. Dewasa ini, penggunaan terminology kewirausahaan social tumbuh pesat tidak hanya dalam lingkaran dunia bisnis, tetapi hal ini telah menciptakan model efisiensi melalui kombinasi sumber-sumber kewirausahaan tradisional dengan misi untuk merubah kondisi social masyarakat. Di sisi lain,tanggung jawab sosial perusahaan menyediakan kesempatan untuk perusahaan beraksi layaknya seorang wirausahawan sosial daripada seorang wirausahawan komersial. Oleh karena itu, untuk menjelaskan kondisi ini, maka pembahasanya akan lebih bersifat kualitatif tetapi menyajikan bukti empiris atas praktik kewirausahaan social yang dikombinasikan dengan prinsip-prinsip tanggung jawab social perusahaan terutama dalam menjawab tantangan keterlibatan banyak pihak dan berdimensi luas.