Devi Dwipayana, Arif
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemetaan NOTS Dalam Optimalisasi Pembangunan Untuk Mendukung Green Transportation Strategy (Gts) Dalam Menciptakan Transportasi Rendah Emisi di Kawasan Ibu Kota Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045 Suryana, I Kadek; Rahardian Dewantoro, Sofyan; Putu Nita Suadnyani, Desak; Devi Dwipayana, Arif
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The density of motorized vehicles in the capital city of Jakarta is currently a contributor to high emissions in the metropolitan area. To prevent the recurrence of severe emission cases in the capital city of Jakarta, IKN must implement low-emission zones. Community mobility in IKN is directed by 80% to use public transportation with an access time of 10 minutes to the transportation node. With the vast area of IKN, optimization of the construction of public transportation nodes is needed. This study aims to determine the use of the lowest emission type of electric vehicle and the optimal number of transportation node mapping in the IKN area. This research method was conducted by reviewing the literature on electric cars and using the set covering problem method to determine the optimal number of public transportation nodes. Electric vehicle type BEV is most suitable for IKN because the emissions released are less than those of other types. In creating optimization, there are six locations for constructing public transportation nodes that can serve other villages in IKN. ABSTRAK Padatnya kendaraan bermotor di Ibu Kota Jakarta saat ini menjadi penyumbang tingginya emisi di kawasan metropolitan. Mencegah terulang parahnya kasus emisi di Ibu Kota Jakarta, penerapan low emission zone sangat perlu dilakukan pada IKN. Mobilitas masyarakat di IKN diarahkan sebesar 80 % untuk menggunakan transportasi publik dengan waktu akses 10 menit menuju simpul transportasi, sehingga dengan luasnya wilayah IKN diperlukan optimalisasi pembangunan simpul transportasi publik. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan jenis kendaraan listrik yang paling rendah emisi dan penentuan jumlah optimal dari pemetaan simpul transportasi di wilayah IKN. Metode penelitian ini dilakukan dengan studi literatur review mengenai electric vehicle dan penggunaan metode set covering problem dalam penentuan jumlah simpul transportasi publik yang optimal. Electric vehicle berjenis BEV paling sesuai diterapkan di IKN, karena emisi yang dikeluarkan lebih sedikit dari pada jenis lainnya. Dalam menciptakan optimalisasi, terdapat enam lokasi pembangunan simpul transportasi publik yang dapat melayani wilayah lainnya di IKN.
Evaluasi Kinerja Parkir Sepeda Motor (Studi Kasus Parkir Kawasan Manik Mas Pura Agung Besakih) Ardelia Suari, Ni Putu Tatia; Padma Baskara, Wahyu; Suputri, Ni Luh Gede Paramita; Devi Dwipayana, Arif
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 1 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Being the only largest temple on the island of Bali, Pura Agung Besakih is one of the places that creates mobility for people with or without modes of transportation. Therefore, the Pura Agung Besakih area is inseparable from the need for parking space, especially for transportation modes with small dimensions or sizes. Paying attention to the parking space arrangement for arriving motorcycles is important because it will cause obstacles that can hinder activities around the temple area. The Manik Mas motorbike parking lot is one of the parking area facilities provided by the Provincial Government of Bali, and it has a capacity of 1268 stalls. Based on survey data, it was found that the highest parking index reached 114.12% on the second day of the survey, and the average parking turnover during the three days of the survey touched 23.47, where the highest turnover rate occurring on Saturday, with figures reaching 27.38 units/SRP. ABSTRAK Menjadi satu-satunya pura terbesar di Pulau Bali, Pura Agung Besakih merupakan salah satu tempat yang menciptakan adanya suatu mobilitas yang dilakukan masyarakat dengan atau tanpa moda transportasi. Maka daripada itu kawasan Pura Agung Besakih tidak terlepas dari kebutuhan lahan parkir, terutama untuk moda transportasi yang memiliki dimensi atau ukuran yang kecil. Pengaturan terhadap ruang parkir kendaraan sepeda motor yang datang penting dijadikan sebagai perhatian sebab akan menimbulkan kendala yang dapat menghambat kegiatan di sekitar kawasan Pura. Tempat parkir sepeda motor Manik Mas merupakan salah satu fasilitas kawasan parkir yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Bali dengan kapasitas sebesar 1268 stall. Berdasarkan data hasil survei didapatkan indeks parkir tertinggi mencapai 114,12% pada hari kedua pelaksanaan survei dan rata-rata turn over parkir selama pelaksanaan 3 hari survei menyentuh angka 23,47. Dimana tingkat pergantian tertinggi terjadi pada hari Sabtu dengan angka yang mencapai sebesar 27,38 unit/SRP.