Soleh , Moh. Qhoerudin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Burung Enggang Badak Sebagai Motif Hias pada Bilah Keris Tinatah Soleh , Moh. Qhoerudin; Darmojo, Kuntadi Wasi
Ornamen Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v21i1.6061

Abstract

Burung Enggang merupakan burung yang sangat penting dalam kehidupan suku Dayak. Unsur terpenting dalam organisasi suku Dayak adalah hutan yang diperlambangkan dengan Burung Enggang yang lebih lanjut melambangkan sesuatu yang “lebih tinggi”. Jenis enggang yang dihormati yaitu enggang badak dikarenakan satwa itu berhubungan dengan simbol ritual Dayak Iban, yaitu gawai kenyalang. Burung Enggang Badak dalam artikel ini dijadikan sumber ide penciptaan dhapur keris baru yang diterapkan pada bentuk keris lurus dengan menerapkan motif tinatah Burung Enggang pada bilahnya. Dipilihnya Burung Enggang ini sebagai ide dasar penulis, dikarenakan burung ini mempunyai keunikan yaitu paruhnya yang besar serta bercula. Terdapat landasan tiga komponen menurut Dharsono Sony Kartika yaitu tema (subject matter), bentuk (form) dan isi (makna). Proses penciptaan karya ini melakukan 3 tahapan penciptaan yang meliputi tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Pada karya ini terdapat dua karya bilah keris. Karya pertama yaitu keris dhapur Wira Kukila, karya ke dua yaitu keris dhapur Kukila Wana.
Burung Enggang Badak Sebagai Motif Hias pada Bilah Keris Tinatah Soleh , Moh. Qhoerudin; Darmojo, Kuntadi Wasi
Ornamen Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v21i1.6061

Abstract

Burung Enggang merupakan burung yang sangat penting dalam kehidupan suku Dayak. Unsur terpenting dalam organisasi suku Dayak adalah hutan yang diperlambangkan dengan Burung Enggang yang lebih lanjut melambangkan sesuatu yang “lebih tinggi”. Jenis enggang yang dihormati yaitu enggang badak dikarenakan satwa itu berhubungan dengan simbol ritual Dayak Iban, yaitu gawai kenyalang. Burung Enggang Badak dalam artikel ini dijadikan sumber ide penciptaan dhapur keris baru yang diterapkan pada bentuk keris lurus dengan menerapkan motif tinatah Burung Enggang pada bilahnya. Dipilihnya Burung Enggang ini sebagai ide dasar penulis, dikarenakan burung ini mempunyai keunikan yaitu paruhnya yang besar serta bercula. Terdapat landasan tiga komponen menurut Dharsono Sony Kartika yaitu tema (subject matter), bentuk (form) dan isi (makna). Proses penciptaan karya ini melakukan 3 tahapan penciptaan yang meliputi tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Pada karya ini terdapat dua karya bilah keris. Karya pertama yaitu keris dhapur Wira Kukila, karya ke dua yaitu keris dhapur Kukila Wana.