Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kategorisasi Langgar Berdasarkan Pola Perkembangan Spasial (Studi Kasus: Kauman Yogyakarta) Rabbaniyah, Hafsah Intifadhoh
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 25 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v25i1.10245

Abstract

Kampung Kauman Yogyakarta dikenal sebagai permukiman yang terletak di sebelah barat Masjid Gedhe. Pada sejarahnya, Kauman Yogyakarta lahir sebagai kediaman para ketib yang memiliki tugas untuk mengurus Masjid Gedhe. Popularitas ketib dengan kemampuannya dalam bidang keagamaan menarik perhatian masyarakat luas untuk menjadi santri dari para ketib. Kegiatan pendidikan tersebut diwadahi oleh tempat peribadatan yang disebut langgar . Keberadaan langgar  tidak hanya memfasilitasi kegiatan pendidikan, namun juga berbagai kegiatan ibadah lainnya. Terdapat 7 (tujuh) langgar  yang memiliki nilai sejarah dan masih dapat ditemukan jejak fisiknya di Kauman. Langgar  di Kauman memiliki ragam arsitektur yang berbeda antara satu dan lainnya, begitu pula dari segi penataan spasial. Kondisi ini memunculkan sebuah pertanyaan terkait bagaimana perkembangan spasial yang terjadi pada langgar  dari awal pendirian hingga saat ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola perkembangan spasial yang dialami oleh langgar  di Kauman. Pendekatan penelitian yang digunakan merupakan induktif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan wawancara.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan yang terjadi terdiri dari 3 tahap yaitu, tahap 1 berupa keberadaan rumah tinggal, tahap 2 pengadaan langgar  dan tahap 3 berupa penambahan bangunan pendidikan. Pola tersebut kemudian mengarah pada kesimpulan bahwa langgar  di Kauman dapat dibagi menjadi 2 kategorisasi yaitu, langgar  ketib dan langgar  komunitas.
Housing as a Process: Transformations of Incremental Houses in Informal Settlements Rabbaniyah, Hafsah Intifadhoh; Almadina, Alif Faricha; Sarif, Naufal Kholid Masro
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 23, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v23i1.15196

Abstract

Incremental housing emerges as one of the strategies adopted by communities in informal settlements. Incremental housing develops gradually over time, influenced by increasing household needs and adjusted to residents’ capacity to access adequate housing. This study examines incremental housing from a housing-as-a-process perspective within an informal settlement located in Sleman, Yogyakarta. A qualitative research approach is employed by analyzing physical transformations occurring in dwellings and examining the relationship between spatial aspects and economic capacity, which emerges as a key factor in informal settlements.  Out of 36 buildings identified within the study area, five incremental housing units were selected as case studies. The analysis refers to the concept of housing as a process proposed by Turner and the theory of housing transformation articulated by Habraken. The findings indicate that the housing process is predominantly characterized by transformational forms in the form of horizontal and vertical additions, along with elimination in certain cases. The study also reveals the integration of economic activities within residential spaces. Overall, economic capacity is found to be the primary factor controlling the housing process in the cases examined.