Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volatilitas Harga Saham di Bursa Efek Indonesia: Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Dalam Indeks LQ-45 Periode 2019-2022 Baedawi, Zuhal; Hudaya, Robit
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 1, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v1i2.2663

Abstract

Penguatan ekonomi merupakan salah satu hal yang krusial di Indonesia. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai upaya, salah satunya melalui investasi. Saham merupakan contoh dari bentuk investasi yang memegang peran yang penting, yakni sebagai penghasil uang, baik oleh penerbit saham, investor atau pihak ketiga. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui situsWeb www.idx.co.id dan masing – masing darii situs pribadi perusahaan Manufaktur yang terdaftar dalam indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan Manufaktur yang terdaftar dalam indeks LQ-45 di BEI periode 2019-2022. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data studi pustaka dan studi dokumentasi . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendefinisikan dan memahami faktor –faktor yang memengaruhi volatilitas harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam indeks LQ-45 periode 2019-2022 di Bursa Efek Indonesia dengan harapan dapat membantu manajemen perusahaan dan pengguna yang berkepentingan, faktor – faktor yang memengaruhi volatilitas harga saham sulit diperoleh dan ini menyebabkan banyak biasDPR, EV, Growt, Lev, dan Firm Size tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Namun secara umum hal tersebut dapat beberapa hal seperti berita terkait perusahaan, perubahan dalam manajemen, akuisisi, perubahan kebijakan pemerintah, dan kondisi pasar global yang sering kali memiliki dampak lebih besar terhadap volatilitas harga saham.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volatilitas Harga Saham di Bursa Efek Indonesia: Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Dalam Indeks LQ-45 Periode 2019-2022 Baedawi, Zuhal; Hudaya, Robit
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 1, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v1i2.2663

Abstract

Penguatan ekonomi merupakan salah satu hal yang krusial di Indonesia. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai upaya, salah satunya melalui investasi. Saham merupakan contoh dari bentuk investasi yang memegang peran yang penting, yakni sebagai penghasil uang, baik oleh penerbit saham, investor atau pihak ketiga. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui situsWeb www.idx.co.id dan masing – masing darii situs pribadi perusahaan Manufaktur yang terdaftar dalam indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan Manufaktur yang terdaftar dalam indeks LQ-45 di BEI periode 2019-2022. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data studi pustaka dan studi dokumentasi . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendefinisikan dan memahami faktor –faktor yang memengaruhi volatilitas harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam indeks LQ-45 periode 2019-2022 di Bursa Efek Indonesia dengan harapan dapat membantu manajemen perusahaan dan pengguna yang berkepentingan, faktor – faktor yang memengaruhi volatilitas harga saham sulit diperoleh dan ini menyebabkan banyak biasDPR, EV, Growt, Lev, dan Firm Size tidak berpengaruh terhadap volatilitas harga saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Namun secara umum hal tersebut dapat beberapa hal seperti berita terkait perusahaan, perubahan dalam manajemen, akuisisi, perubahan kebijakan pemerintah, dan kondisi pasar global yang sering kali memiliki dampak lebih besar terhadap volatilitas harga saham.