Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM ALQURAN: STUDI ATAS QS. AN-NAHL AYAT 90-93 Anwar, Ade Chairil
al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2024): al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hidayah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62285/alurwatulwutsqo.v5i2.95

Abstract

Manusia yang berkarakter menjadi tujuan dari semua konsep pendidikan. Program pendidikan karakter yang digalakan di Indonesia menjadi sangat penting setelah sebelumnya proses pendidikan dianggap belum mencapai tujuan. Al-Quran sudah memberikan kriteria dan konsep pendidikan karakter, salah satunya dalam surat An-Nahl ayat 90-93. Tulisan ini bertujuan untuk menggali kandungan surat An-Nahl ayat 90-93 tentang konsep pendidikan karakter. Sejalan dengan itu, tiga pertanyaan diajukan: a) Bagaimana tafsir al-Quran Q.S. An-Nahl Ayat 90-93. b) Bagaimana konsep pendidikan karakter dalam al-Quran Q.S. An-Nahl Ayat 90-93?. b) Bagaimana implementasi pendidikan karakter dalam al-Quran Q.S. An-Nahl Ayat 90-93?. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) yang berjenis deskriptif kualitatif. Sumber dalam penelitian ini berasal dari berbagai literature seperti buku, jurnal, skripsi, thesis dan disertasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam ketiga ayat itu tercakup sikap yang harus dimiliki seperti adil, ihsan dan ita' (siap membantu sesama) serta larangan untuk terjauh dari sikap fahsya, munkar, dan baghy.
HIJRAH MENURUT AL-QUR’AN; Studi Atas Q.S. Al-Baqarah Ayat 218 Anwar, Ade Chairil
al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH) Vol. 2 No. 2 (2020): al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hijrah diartikan sebagai bentuk perpindahan seseorang maupun sekelompok orang dari suatu daerah ke daerah tertentu dengan berbagai motivasi dan tujuan tertentu. Pada periode tertentu, hijrah merupakan salah satu strategi dakwah Nabi Muhammad SAW dalam rangka penyebarluasan agama Islam. Akan tetapi, mengingat agama Islam saat ini telah tersebar ke seluruh penjuru dunia, maka apakah strategi hijrah ini masih memiliki relevansi dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyebarluasan agama Islam? Ataukah diperlukan penafsiran ulang (reinterpretasi) terhadap ayat-ayat hijrah salah satunya  Q.S. Al-Baqarah ayat 218?. Penelitian ini mencoba mengelaborasi kontekstualisasi konsep hijrah di era kontemporer, bagaimana model reinterpretasi terhadap ayat hijrah Q.S. Al-Baqarah ayat 218, dan apa implikasi dari reinterpretasi tersebut serta sejauhmana relevansinya dalam proses penyebaran agama Islam. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa; Pertama, konsep hijrah itu bersiafat dinamis, ia bisa diformulasikan sesuai dengan realitas empirik dan sesuai dengan tantangan zaman. Dengan dinamisasi dan kontekstualisasi itu, hijrah masih memiliki relevansi dengan penyebarluasan agama Islam di era kontemporer, sebab ia bisa menembus batas ruang dan waktu dalam waktu yang relatif singkat, misalnya dengan melek IT atau hijrah dari kebodohan menuju kecerdasan, seorang muslim dapat menulis dan menyebarluaskan informasi untuk disampaikan kepada masyarakat dunia. Kedua, hijrah yang diartikan perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik (continous improvement) menjadikan hijrah akan terus memiliki relevansi sekaligus memberikan kontribusi yang signifikan dalam proses penyebaran agama Islam di era kontemporer. Pemahaman hijrah semacam ini perlu dikembangkan dan diformulasikan dalam berbagai  aspek, sehingga akan membawa pada perkembangan dan kemajuan Islam di masa yang akan datang.
Islamic Religious Education Teacher Mindset Towards Golden Indonesia 2045 And Demographic Dividinet 2050 Anwar, Ade Chairil
Fahmina: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 2 (2024)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/fahmina.v1i2.10731

Abstract

Indonesia as a country with the largest Muslim population in the world is faced with opportunities as well as challenges regarding the vision of Indonesia Emas 2045 and Demographic Divident 2050 where education including religious education (Islam) is one of the success factors. That way, as the vanguard, Islamic Religious Education (PAI) teachers have a strategic role in realizing this vision. This study aims to identify  the mindset of  today's PAI teachers facing the vision of Golden Indonesia 2045 and Demographic Divident 2050. The research method used is  literature review or  literature  research, which is a research design process that seeks to develop research practices that can build skills, meaning, and academic development. This study concludes that the resilience of PAI teachers in facing the vision of Indonesia Emas 2045 and Demographic Divident 2050 can be done through the following practical and strategic steps: 1) PAI teachers must have sensitivity to changes in attitudes and actions, be given space for expression, exploration, and existence, fostered massively, sustainably, and systematically to remain in accordance with the needs and challenges of today; and 2) PAI teachers must have a mindset Growth Mindset,  transformative mindset,  and sustainable mindset so as to design and implement quality learning.