Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PARAMETER FISIS DAN MEKANIS TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN PENAMBAHAN BAHAN STABILISASI ABU SERBUK KAYU (STUDI KASUS : JALAN BABATAN, KECAMATAN WIYUNG, SURABAYA, JAWA TIMUR) Maukh , Alfa Sandy Imanuel; Patriadi , Andi; Fatmawati, Laily Endah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29936

Abstract

Abu serbuk kayu memiliki kandungan silika dan pozzolan sehingga berpotensi sebagai alternatif bahan semen.. Pengujian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis tanah sebelum dan setelah dilakukan pencampuran. Pengujian sifat fisis di antaranya atterberg limit (uji konsistensi) dan kadar air. Sedangkan pengujian mekanis yaitu proktor (kepadatan). Hasil pengujian sifat fisis Tanah asli diantaranya kadar air 35,688%, batas cair (LL) 63,50%, batas plastis(PL) 28,85% dan indeks plastisitas (PI) 34.65%. Untuk pengujian proktor diperoleh berat volume kering sebesar 1,448 g/cm3 dengan kadar air optimum 24,5 % .Hasil penelitian tanah campuran diperoleh nilai indeks plastisitas (PI) terendah 19,57 % pada campuran tanah dengan 15 persen abu serbuk kayu, Volumetri 1,91 gr/cm3 pada pencampuran tanah dengan 10%, Gravimetri 2.391 gr/cm3 campuran 20 %, pengujian proktor mendapatkan berat volume kering sebesar 1,571 gr/cm3 campuran 20%.
Analysis Cost Implementation Using Erection Method in Bridge Construction Malo District – Bojonegoro Susetya, David Himawan; Wulandari, Esti; Patriadi , Andi
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v5i2.798

Abstract

The construction of the Malo Bridge in Bojonegoro Regency encountered significant challenges during the superstructure erection phase, primarily due to limited site accessibility and the use of a less suitable erection method. This study aims to evaluate the comparative efficiency of two primary erection techniques: the use of a 250-ton crawler crane operated from land and a combined method involving a 100-ton crawler crane supported by modular pontoons operating from the water. A case study approach with a quantitative methodology was applied, focusing on three main parameters: erection duration, construction cost, and risk management. The analysis indicates that the land-based 250-ton crawler crane method required a shorter erection period of 181 days, compared to 203 days for the modular pontoon method, resulting in a time-efficiency gain of 10.84%. Furthermore, the 250-ton crawler crane method demonstrated greater cost-effectiveness and a lower level of operational risk. These findings highlight that selecting an erection method that aligns with the site’s geographical and logistical conditions is crucial for optimizing construction performance. Appropriate method selection can lead to significant improvements in both time and cost efficiency, especially in complex or constrained environments.
Transformasi Energi Bersih melalui Implementasi PLTS sebagai Sumber Energi Terbarukan untuk Pertanian di Desa Sajen, Pacet Prenata, Giovanni Dimas; Arief , Maulana; Patriadi , Andi; Ridho’i, Ahmad; Setyadjit , Kukuh
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (MEI)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jat.v5i2.117

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat hibah DPPM Kemenristekdikti-Sainstek ini bertujuan untuk menerapkan dan menguji efektivitas sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan dalam mendukung pertanian ramah lingkungan di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Program ini dirancang untuk menggantikan penggunaan pestisida kimia dengan solusi berbasis energi bersih melalui penerapan lampu penangkap serangga yang bekerja otomatis menggunakan energi surya. Sistem terdiri atas dua unit PLTS berkapasitas total 400 Wp, satu baterai 12 V 100 Ah, inverter 1500 W, dan solar charge controller tipe MPPT 60 A, yang mengoperasikan enam lampu anti serangga berdaya 11 W di setiap titik. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem beroperasi stabil selama 10–12 jam per malam dengan efisiensi keseluruhan sekitar 69% dan tegangan keluaran konstan pada 220 V ± 5%. Pengamatan lapangan selama lima hari menunjukkan penurunan populasi hama hingga 55% dibandingkan area kontrol tanpa perlindungan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan energi terbarukan. Program ini terbukti efektif dalam mengurangi ketergantungan terhadap pestisida, menurunkan risiko pencemaran lingkungan, dan meningkatkan keamanan malam hari di area pertanian. Hasil ini memperlihatkan bahwa penerapan PLTS skala kecil berpotensi menjadi solusi berkelanjutan untuk mendukung transformasi energi bersih dan ketahanan pangan desa berbasis teknologi hijau.