Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SURVEI MINAT DAN MOTIVASI OLAHRAGA BOLA BASKET PADA SISWA KELAS IX DI SMPN 2 RAMBAH HILIR Y, Putra, A.; Aluwis, Aluwis; Susanto, Andika
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34048

Abstract

Bola basket adalah salah satu olahraga yang memasyarakat dan sering diadakan kegiatan kejuaran antar klub bola basket, sekolah menengah pertama hingga perguruan tinggi. Olahraga bola basket adalah salah satu cabang olahraga yang sangat digemari di Indonesia selain sepak bola dan bola voli. Dalam memainkan bola basket, pemain dituntut untuk menguasi beberapa teknik dasar bola basket dan juga teknik bermain yang baik. Melempar, mengoper, menggiring dan memantulkan bola adalah teknik dasar yang harus dikuasai seorang pemain basket.Jenis peneltian ini adalah penelitian deskriptif yang bersifat kuantitatif karena bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat dan motivasi siswa terhadap olahraga bola basket di SMPN 2 Rambah Hilir, ada pun data yang dibutuhkan adalah data yang berkaitan dengan minat dan motivasi siswa dalam memilih ekstrakurikuler bola basket. Dengan menggunakan metode angket atau kuisioner, untuk siswa pada masingmasing pertanyaan disediakan 4 kategori jawaban yaitu sangat setuju. Berdasarkan hasil survei minat dapat diketahui sebanyak 30 pertanyaan angket dari 50 siswa SMPN 2 Rambah Hilir responden diperoleh jawaban 16 orang (32 %) berada dikategori sangat setuju, 24 orang (48%) dikategorikan Setuju, untuk kategori Kurang Setuju 5 orang (10%), untuk dikategori tidak Setuju 1 orang (2%) dan untuk kategori Sangat Tidak setuju Berjumlah 4 orang (8%). Hasil analisis pada survei motivasi olahraga bola basket pada siswa kelas IX di SMPN 2 Rambah Hilir, diperoleh nilai maksimal sebesar 106,dan nilai minimal 73. Skor data minat olahraga bola basket diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 83,46 dan nilai standar deviasi sebesar 8,13. dari 30 pernyataan angket terhadap 50 siswa SMPN 2 Rambah Hilir.
The Relevance of Kuntowijoyo's Prophetic Sociology in the Concept of Social Studies Learning at Al Mustaqim Islamic Boarding School (Study of Humanist Thought) Susanto, Andika; Anwar, Anwar
Social Sciences and Humanities Reviews Vol. 1 No. 4 (2025): Social Sciences and Humanities Reviews
Publisher : CV. DYOQU PUBLISHING MANAGEMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64780/sshr.v1i4.125

Abstract

Background:Social Studies (IPS) learning in Islamic boarding schools (pesantren) has unique characteristics that integrate moral, social, and spiritual values. However, empirical studies on how the prophetic values ​​of humanization, liberation, and transcendence are implemented in IPS learning are still limited. Aims:This study aims to analyze the implementation of social studies learning at Al-Mustaqim Islamic Boarding School and examine its relevance to Kuntowijoyo's Prophetic Sociology concept. Methods:The research used a qualitative approach through observation, in-depth interviews with the madrasah principal, social studies teachers, and students, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Result:The research results show that social studies learning in Islamic boarding schools has integrated humanization values ​​through dialogic learning, liberation through developing social awareness and the role of students as agents of change, and transcendence through linking social studies material to Islamic teachings. This integration of prophetic values ​​creates holistic, contextual learning, oriented toward the formation of social and religious character. Conclusion:Social studies learning at Al-Mustaqim Islamic Boarding School is relevant to the Prophetic Sociology paradigm and aligned with global education theory. This model has the potential to be an effective approach to character education and can be replicated in other faith-based educational institutions.