Latar belakang : Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi akut dengan kondisi tinggi badan anak tidak sesuai usianya. Kejadian stunting di Kabupaten Garut masih cukup tinggi khusunya di Puskesmas Wanaraja dengan prevalensi kejadian sebesar 21,8%.Stunting disebabkan oleh berbagai faktor salah satu penyebab dari masalah gizi stunting diantaranya yaitu: riwayat BBLR, ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, riwayat pemeberian MPASI dan pengetahuan ibu. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian stunting dengan riwaytat BBLR, ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, riwayat pemeberian MPASI dan pengetahuan ibu. Metode penelitian deskriptif analitik dengan desain pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel mengunakan metode simpel random sampling dengan jumlah 84 balita usia 7-59 bulan. Instrumen penelitian berupa microtoise, lembar kuesioner dan buku KIA. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil terdapat hubungan riwayat BBLR dengan kejadian stunting (p=0,016) OR =0,314 kali lebih besar untuk mengalami stunting dibanding dengan balita yang tidak memiliki riwayat BBLR, terdapat hubungan riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p=0,023) OR =2,941 kali lebih besar untuk mengalami stunting dibanding dengan balita yang diberikan ASI Ekslusif, terdapat hubungan riwayat pemberian MPASI dengan kejadian stunting (p=0,010) OR =3,422 kali lebih besar untuk mengalami stunting dibanding dengan balita yang diberikan MPASI yang tepat, terdapat hubungan pengetahu ibu dengan kejadian stunting (p=0,034) OR =2,760 kali lebih besar untuk mengalami stunting dibanding dengan penegtahuan ibu yang tinggi dan tidak terdapat hubungan riwayat penyakit dengan kejadian stunting (p=0,407). Kesimpulkan terdapat hubungan antara kejadian stunting dengan riwayat BBLR, ASI eksklusif, riwayat pemberian MPASI dan pengetahuan ibu.