Keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa di Indonesia relatif rendah. Salah satu penyebabnya adalah minimnya pengetahuan guru tentang bagaimana cara efektif melatih dan meningkatkan keterampilan tersebut kepada siswa. Berbagai upaya guru yang berhasil meningkatkan keterampilan siswa dalam berpikir kritis dan pemecahan masalah perlu diketahui oleh guru lainnya agar dapat dicontoh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai upaya guru IPA dalam melatih dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik di Indonesia, sehingga diketahui cara yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan metode literature review, dengan tahapan: (1) pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) presentasi data, dan (4) penarikan kesimpulan. Artikel terbitan tahun 2018 sampai dengan 2022 dikumpulkan dari database Google Scholar menggunakan software Publish or Perish 7. Penelitian ini merujuk kepada model Miles dan Huberman. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif, selanjutnya disajikan dalam bentuk persentase. Untuk memastikan kredibilitas artikel, hanya artikel yang terbit pada jurnal terakreditasi SINTA yang dikumpulkan sebanyak 38 artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 60% guru IPA melatih keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik melalui penerapan model, metode, dan strategi pembelajaran. Penelitian ini mengungkap bahwa peningkatan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik secara umum diperoleh dari penerapan model dan metode pembelajaran tertentu.