Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Inhibitor Korosi dari Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana) untuk Aplikasi pada Baja Tahan Karat Peramah Dachi, Rusman Yunarson
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v2i2.29

Abstract

Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan buah tropis sejenis pokok buah saka yang tergolong ke dalam family sapindaceae. Daging buah rambutan kaya antioksidan dan vitamin bagi tubuh manusia terutama vitamin C dan disukai oleh masyarakat karena bentuknya yang unik (berambut) dan rasa daging buahnya yang manis. Namun, konsumsi buah rambutan ini menyumbangkan limbah yang cukup besar, terutama pada kulit buah. limbah kulit buah rambutan yang cukup besar dapat diolah menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomis dan dapat mengurangi biaya pengolahan limbah tersebut. Pada beberapa penelitian, bagian rambutan yang dianggap limbah ini memiliki aktivitas bioaktif seperti antibakteri, antioksidan, antidiabetes hingga antikanker. Kulit buah rambutan banyak mengandung senyawa fenolik dan turunanya yang dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai obat dan inhibitor korosi. Kulit buah rambutan sebagai inhibitor korosi dapat digunakan pada berbagai jenis logam seperti aluminum, baja dan besi serta pada berbagai media asam. Ulasan ini memberikan informasi mengenai sediaan fungsional dari kulit buah rambutan dan menjadi ide berkelanjutan untuk penelitian kulit buah rambutan serta aplikasinya.
Perencanaan Mesin Gerinda Jenis Duduk Diameter 6 Inchi Dengan Daya 360 Watt Dan Putaran 3000 Rpm Peramah dachi, Rusman Yunarson
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Vol 2 No 2 (2023): JURNAL PERSEGI BULAT
Publisher : FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI - UTND

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/jurnalpersegibulat.v2i2.1078

Abstract

Perinsip kerja dari mesin gerinda duduk adalah batu gerinda yang berputar yang digerakan oleh motor kemudian bergesekan dengan benda kerja sehingga terjadi pemotongan atau pengasahan. Dimana fungsi dari batu gerinda tersebut adalah untuk menghaluskan atau menghilangkan sisi tajam pada benda kerja sebagai proses akhir (finishing) atau mengasah alat potong supaya agar tetap tajam pada benda kerja. Dalam perencanaan ini mesin gerinda yang direncanakan mempunyai dua buah batu gerinda yang terletak di sisi kiri dan kanan, ukuran diameter batu gerinda kedua-duanya adalah 6 inchi atau 150 mm dengan ketebalan batu gerinda 20 mm. Tujuan pemasangan dua buah batu gerinda adalah bertujuan agar mesin gerinda mempunyai dua fungsi sekaligus, yakni sebagai pemotong dan pengasah. Fungsi pemotong menggunakan batu gerinda kasar sedangkan fungsi pengasah menggunakan batu gerinda halus. Secara teknisnya batu gerinda yang terpasang pada arbor diletakan pada jalur penyeimbang agar batu gerinda dibiarkan bergulir ke kiri dan ke kanan dengan sendirinya sampai berhenti.Bahan yang di gerinda diambil Mild Steel, pada saat dilakukan penggerindaan terjadi gaya tangensial, maka dari hasil perhitungan volumepenggerindaan chip besar diperoleh 1320 mm3/menit dan gaya tangensial chip besar diperoleh 0,8 kg. Sedang volume penggerindaan chip kecil diperoleh 2400mm3/menit dan gaya tangensial chip kecil diperoleh 7 kg. Dari hasil volume penggerindaan chip besar 1320 mm3/menit dikalikan dengan nilai unit power U = 0,23 kw/cm3/menit, maka diperoleh daya gerinda 0,31 kw. Untuk daya motor dibagi dengan efisiensi motor 0,85 diperoleh daya motor 360 watt dan putaran motor 3000 rpm. Dari data daya motor dan putaran akan diperoleh perhitungan elemen-elemen mesin yang lain.