Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Semiotik pada Cerpen Kontemporer Keadilan Kita Berbeda Rasa Karya Genta Al-Kornie Carlisya, Hajar Fatihah; Rahmawati, Nova
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i1.30256

Abstract

Penelitian ini membahas analisis makna denotasi dan konotasi dalam cerpen kontemporer berjudul Keadilan Kita Berbeda Rasa karya Genta Al-Kornie. Fokus pada kebebasan penulis dalam mengembangkan imajinasi dan keunikan cerpen kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik untukmenjelaskan makna dalam karya sastra tersebut. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam pengumpulan dan analisis data, dengan objek penelitian berupa cerpen yang memunculkan ketidakseimbangan sosial. Dengan mempertimbangkan makna denotasi dan konotasi kata-kata kunci seperti wine, pahit, kopi, gelas indah, berputar, rasa, tangga, dan sepi, penelitian ini mengungkap dimensi mendalam dalam interpretasi keadilan. Kesimpulannya, cerpen ini tidak hanya menyajikan makna literal, tetapi juga merangsang refleksi tentang kompleksitas keadilan dalam konteks social dan budaya. Abstract This research examines the analysis of denotative and connotative meanings in the contemporary short story titled Keadilan Kita Berbeda Rasa by Genta Al-Kornie. Focusing on the writer’s freedom to develop imagination and the uniqueness of contemporary short stories. This study employs a semiotic approach to elucidate meanings within the literary work. A qualitative descriptive method is utilized for data collection and analysis, with the research object being a short story that highlights social imbalances. Considering the denotative and connotative meanings of key words such as wine, bitter, coffe, beautiful glass, spinning, taste, stairs, and quit. the research unveils profound dimensions in the interpretation of justice. In conclusion, the short story not only presents literal meanings but also stimulates reflections on the complexity of justice in social and cultural contexts.