Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemikiran Amin Abdullah Seputar Integrasi Keilmuan Akmal, Muhammad Ichsanul
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 2 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i2.13

Abstract

Pemikiran mengenai integrasi atau islamisasi ilmu pengetahuan, yang saat ini sedang dilakukan oleh kalangan intelektual Muslim, tidak lepas dari kesadaran beragama. Di era kontemporer, dunia Islam cenderung membuat dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. M. Amin Abdullah merasa penting untuk merekonstruksi paradigma keilmuan sebagai respons terhadap kondisi ini. Dalam penelitiannya, Abdullah mengusulkan konsep keilmuan berupa jaring laba-laba teoantroposentrik-integralistik. Konsep ini menggabungkan disiplin ilmu keagamaan dengan disiplin ilmu lainnya yang saling terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, yang menghasilkan konsep dasar jaring laba-laba dengan pola integrasi. Al-Quran dan Sunnah menjadi dasar hirarki keilmuan, dengan landasan pertama bersifat dogmatik. Paradigma ini mencakup definisi bahwa Al-Quran dan Hadits menjadi landasan normatif. Pendekatan integrasi interkoneksi menghargai keilmuan umum yang sudah ada, mempertimbangkan basis epistemologi, ontologi, dan aksiologi yang mapan. Meskipun relevan dengan kebutuhan zaman, aplikasi paradigma ini tidak mudah, terutama dalam konteks pengembangan perguruan tinggi agama. Perubahan dari IAIN menjadi UIN menimbulkan kerancuan, khususnya bagi program-program studi baru. Oleh karena itu, solusi perlu dicari agar tujuan ideal dari integrasi dan interkoneksi ini dapat terwujud. Integrasi ini diharapkan mampu memberikan jawaban terhadap kebuntuan dalam ilmu pengetahuan Islam dan mengatasi kompleksitas permasalahan kemanusiaan di era globalisasi.