Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Hermeneutika Amina Wadud Muhsin: Agama Keadilan Ditengah Ketidakadilan Harits, Deffa Cahyana
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 1 No 1 (2024): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v1i1.37

Abstract

Tulisan ini membicarakan pemikiran Amina Wadud Muhsin mengenai hermeneutika tauhid. Penelitian ini bersifat kepustakaan, dengan menggunakan bahan pustaka dan literatur sebagai data utama. Temuan penelitian menyoroti empat konsep yang diusung Amina Wadud Muhsin dalam upayanya memperjuangkan hak-hak perempuan. Pertama, dia memandang Hermeneutika Tauhid sebagai konsep yang terkait dengan takwa. Kedua, perhatiannya pada penciptaan perempuan sebagai aspek penting dalam pemikirannya. Ketiga, dukungannya terhadap kepemimpinan perempuan sebagai langkah menuju keadilan gender. Keempat, pemahaman Amina Wadud Muhsin terhadap nusyuz, menunjukkan ketidaksetaraan yang perlu diatasi. Menurutnya, upaya mencapai keadilan bagi perempuan di tengah ketidakadilan saat ini harus dilakukan melalui penerapan konsep hermeneutika tauhid. Dalam pandangannya, keadilan gender dapat dicapai dengan meresapi nilai-nilai tauhid dalam segala aspek kehidupan, seperti takwa, penciptaan, kepemimpinan, dan penanggulangan nusyuz. Dengan demikian, Amina Wadud Muhsin memandang hermeneutika tauhid sebagai landasan untuk memahami dan mengatasi ketidakadilan terhadap perempuan, serta sebagai pandangan yang relevan dalam konteks sosial dan budaya saat ini.
Kecemasan Berlebihan (Anxiety Disorder) Dalam Perspektif Al-Quran Harits, Deffa Cahyana
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 3 No 1 (2026): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v3i1.386

Abstract

Dalam Al-Qur’an, kecemasan dipahami sebagai bagian dari sifat dasar manusia yang diekspresikan melalui istilah khauf (takut), khasyah (takut), huzn (sedih), halu’a (gelisah), dan dhayq (sempit). Penelitian ini bertujuan untuk menganalis aspek-aspek kecemasan berlebihan, faktor-faktor, serta solusi terapi berdasarkan perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kepustakaan. Data utama berasal dari Tafsir Al-Munir karya Wahbah Zuhaili, Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, dan Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Ibn ‘Āsyūr  yang didukung oleh literatur sekunder tentang kecemasan berlebihan dan tafsir Al-Qur’an. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur mendalam, yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan berlebihan (Anxiety Disorder) dalam perspektif Al-Qur’an merupakan fenomena yang melibatkan aspek fisiologis (Q.S An-Nahl: 127), behavioral (Q.S Ali Imran: 175) dan kognitif (Q.S Al-Ma’arij: 19; Ali Imran: 139) yang meliputi dua faktor utama sebagai pemicu kecemasan. Pertama, pengalaman buruk di masa lalu seperti yang dialami Nabi Ya’qub ketika kehilangan Nabi Yusuf (QS. Yusuf: 84). Kedua, pikiran irasional yang membuat manusia cenderung berprasangka buruk terhadap masa depan (QS. Al-Isra: 31). Al-Qur’an juga menawarkan solusi melalui penguatan keimanan seperti tawakal (QS. Al-Baqarah: 216), dzikir dan doa (QS. Ar-Ra’d: 28; QS. An-naml: 62), melaksanakan shalat (QS. Al-Baqarah: 277), membaca Al-Qur’an (QS. Al-Isra: 82), muhasabah/mindfulness (QS. Al-Hasyr: 18), thought stopping (QS. Al-A’raf: 200), problem-solving (QS. Asy-Syarh: 5-6), Exposyre therapy (Al-Baqarah: 286), sebagai terapi efektif dalam membantu individu mengelola kecemasan.