Pembacaan Surah Al-Mulk sebelum tidur telah lama diyakini dalam tradisi Islam memiliki keutamaan, salah satunya adalah membebaskan seseorang dari siksa kubur. Namun, dalam praktik keseharian di lingkungan asrama putri Madrasah ‘Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa, ditemukan realitas empiris lain yang turut mengiringi amalan ini. Para pembina merasakan adanya manfaat lain, yaitu perlindungan dari gangguan makhluk halus seperti ketindihan atau kemasukan. Hal ini menunjukkan bahwa praktik pembacaan Surah Al-Mulk tidak hanya dipahami secara teologis semata, tetapi juga memiliki nilai praktis dalam kehidupan spiritual santriwati. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris melalui studi lapangan (field research) untuk menggali persepsi para pembina asrama putri terhadap praktik pembacaan Surah Al-Mulk sebelum tidur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri dari pembina asrama putri dan santriwati yang terlibat langsung dalam pembinaan kegiatan keagamaan di lingkungan asrama RIAB. Pendekatan Living Qur’an digunakan sebagai teknis analisis untuk melihat bagaimana al-Qur’an dihayati, diamalkan, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengungkap tiga poin utama: (1) pembina memiliki persepsi bahwa pembacaan Surah Al-Mulk sebelum tidur membawa ketenangan dan perlindungan spiritual bagi santriwati; (2) kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap malam pukul 22.30 WIB, setelah belajar malam, dalam bentuk berjamaah di koridor asrama, dan menjadi bagian integral dari ritme harian santriwati; (3) para pembina menerapkan strategi pembinaan bertahap—meliputi pendataan kehadiran, pendampingan langsung, penyampaian nasihat, pendekatan personal, hingga pemberian sanksi—sebagai upaya sistematis dalam memastikan keberlangsungan tradisi tersebut.