This Author published in this journals
All Journal Amerta
Ririmasse, Marlon Nikolay Ramon
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Amerta

LAUT UNTUK SEMUA: MATERIALISASI BUDAYA BAHARI DI KEPULAUAN MALUKU TENGGARA Ririmasse, Marlon Nikolay Ramon
AMERTA Vol. 30 No. 1 (2012)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Sejak tahun 1982 Badan PBB untuk Pendidikan dan Kebudayaan UNESCO telahmenetapkan tanggal 18 April sebagai hari internasional untuk monumen dan situs. Tahun 2011 ini peringatan hari penting bagi segenap pemerhati pusaka budaya tersebut dilekatkan dengan tema Cultural Heritage of Water. Menyandang gelar terhormat sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan kebersamaan geografis yang direkat secara bahari, gaung perayaan hari penting dengan temaspesifik ini sepertinya tidak terdengar di Indonesia. Pertengahan tahun memang telah lewat, namunagaknya belum terlambat untuk meninjau tema menarik di atas. Bersamaan dengan momentum khas dimaksud, bukan kebetulan kiranya jika saat ini Maluku dan enam daerah lain bergegas untuk diakui sebagai provinsi kepulauan dengan memilih laut sebagai identitas. Hal mana yang juga berarti peran kajian sejarah budaya bahari menjadi sentral sifatnya. Makalah ini mencoba untuk mengamati peran laut dan kawasan perairan dalam konstruksi sejarah budaya di Kepulauan Maluku Tenggara beserta segenap manifestasi material atas cara pandang spesifik tentang bentang bahari ini. Tentu dengan harapan bahwa diskusi sederhana pada tahap mula ini mampu menciptakan ruang untuk mendorong peran studi arkeologi dalam mewujudkan laut sebagai sumber nilai-nilai universal bagi jati diri, ilmu pengetahuan dan kesejahteraan bersama. Kata Kunci: laut, budaya bahari, materialisasi, Kepulauan Maluku Tenggara Abstract. Ocean for All: Materialization of Maritime Culture in the Islands of SoutheastMoluccas. Since 1982 UNESCO has designated April 18th as the International Day for Monumentsand Sites. This year, the selected theme for this memorial day is ‘cultural heritage of water’. Despiteits status as the major archipelagic state in the world, with thousands of islands connected by thesea, echoes of the celebration of the important day mentioned above does not seem to be heard inIndonesia. Although Mid-year has indeed passed, apparently it is not too late to review the interestingtheme above. Correspond to this particular momentum is the fact that Moluccas and another sixprovinces are attempting to be approved as archipelagic provincials by choosing the sea as theiridentity, a status which also means that the role of maritime cultural history will play a centralpart. This paper tries to examine the role of sea in the construction of cultural history in SoutheastMoluccas Islands as well as all the material manifestation of this specific perspective on seascape.Hopefully this preliminary discussion will be able to encourage the role of archaeology to develop thesea as a source of universal values for identity, science, and prosperity. Keywords: sea, maritime culture, materialization, Southeast Moluccas Islands
MATERIALISASI IDENTITAS: MONUMEN-MONUMEN PERAHU BATU DI KEPULAUAN TANIMBAR Ririmasse, Marlon Nikolay Ramon
AMERTA Vol. 31 No. 1 (2013)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tema perahu merupakan salah satu elemen simbolik yang digunakan secara luas di pulaupulauyang membentang antara Timor dan Papua. Masyarakat di kawasan ini memang menyematkan segenap nilai filosofis perahu pada berbagai produk budaya mereka mulai dari aristektur hingga patung dan objek pemujaan leluhur. Salah satu representasi yang paling terkenal adalah keberadaan monumen perahu batu di Sangliat Dol, Tanimbar. Studi arkeologis terkini di Kepulauan Tanimbar menemukan bahwa model monumen untuk tema perahu sebagai simbol ini juga ternyata digunakan pada cakupan yang lebih luas di wilayah ini. Eksistensi situs-situs serupa di beberapa bagian lain kepulauan ini merupakan cermin atas kondisi tersebut. Tulisan ini mencoba mendiskusikan gambaran terkini sebaran representasi monumen perahu batu di wilayah Kepulauan Tanimbar serta aspek-aspek yang melatarbelakangi berkembangnya model budaya khas dimaksud di kawasan ini. Hasil penelitian menemukan bahwa hakekat monumen perahu batu ini merupakan wujud materialisasi identitas kelompok-kelompok masyarakat tradisional di Kepulauan Tanimbar. Kata Kunci: Identitas, Monumen Tradisional, Kepulauan Tanimbar. Abstract. Materialization of Identity: Stone Boat Monuments in The Tanimbar Islands. Boattheme is one of main symbolic elements in islands between Timor and New Guinea. Community inthis region has attached the philosophical value of boat in various cultural products that rangedfrom architechture to statues. The stone boat monument of Sangliat Dol in Tanimbar is one of themost popular representation of such phenomenom. Recent archaeological studies in the TanimbarIslands found that this model of stone boat monument is surprisingly widely adopted in this region.The eksistence of sites with these specific monuments refelected this condition. This paper tries todiscuss the recent pictures of stone boat monuments in the Tanimbar Islands and aspects behind thedevelopment of this particular cultural products in the region. The theory of materialization ideologyby DeMarrais has been adopted to explain the phenomenom. This research found that the essencebehind the construction of these stone boat monuments is serve as the identity materialization oftraditional groups in Tanimbar Islands. Keywords: Identity, Traditional Monuments, Tanimbar Islands.