Sofia Nuryanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kepribadian Hardiness terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Tingkat Akhir Sofia Nuryanti; Patrick Karsten Welas
Flourishing Journal Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i62023p235-242

Abstract

Students generally undergo lecture activities to prepare themselves to enter the workforce. However, in reality, many university graduates are still not working. Hardiness personality is often associated with an individual's ability to deal with pressure, in this case, faced by them when entering the world of work. This study aims to determine the role of hardiness personality attributes in predicting work readiness in final-year students. Respondents in this study amounted to 157 final-year students who were collected using the accidental sampling technique. Work readiness is measured by adapting the work readiness scale of Caballero's Work Readiness Scale (WRS) (2011) and personality hardiness is measured by using the Dispositional Resilience Scale or DRS-15 developed by Bartone (2013). Data analysis techniques and hypothesis testing were carried out using a simple linear regression research method using JASP software version 0.16.4. The results showed that hardiness personality played a significant role in predicting work readiness in final-year students, with an effective contribution value of 0.195, or 19.5%. AbstrakMahasiswa pada umumnya menjalani kegiatan perkuliahan untuk mempersiapkan dirinya dalam memasuki lapangan pekerjaan. Walau demikian, pada kenyataannya masih banyak dari lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja. Kepribadian hardiness seringkali dikaitkan dengan kemampuan individu dalam menghadapi tekanan, dalam hal ini dihadapi oleh mereka dalam memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran atribut kepribadian hardiness dalam memprediksi kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir. Responden penelitian ini berjumlah 157 mahasiswa tingkat akhir yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Kesiapan kerja diukur dengan mengadaptasi skala kesiapan kerja Work Readiness Scale (WRS) milik Caballero (2011) dan kepribadian hardiness diukur dengan menggunakan skala Dispositional Resilience Scale atau DRS-15 yang dikembangkan oleh Bartone (2013). Teknik analisis data serta uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode penelitian regresi linear sederhana dengan menggunakan software JASP versi 0.16.4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian hardiness berperan signifikan dalam memprediksikan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir, dengan nilai kontribusi efektif sebesar 0.195, atau 19.5%.
PERAN FLEXIBLE WORK ARRANGEMENT TERHADAP HAPPINESS AT WORK PADA PEKERJA PENGGUNA COWORKING SPACE DI INDONESIA Alexanti, Keisha Angelica; Diva Alexanti; Sofia Nuryanti
Jurnal Psikologi Jambi Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Jambi
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpj.v11i1.54670

Abstract

Perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja telah mendorong adanya kebutuhan ruang kerja yang fleksibel dan adaptif. Kebutuhan ini memicu munculnya fenomena co-working space sebagai alternatif lingkungan kerja fisik yang mengusung fleksibilitas dan diyakini dapat berkontribusi pada tingkat kebahagiaan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari flexible work arrangement dalam penggunaan co-working space terhadap happiness at work pekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada pekerja pengguna co-working space di Indonesia dengan total responden sebanyak 201. Persepsi terhadap flexible work arrangement diukur menggunakan Flexible Work Arrangements Scale (FWAS), sementara kebahagiaan di tempat kerja diukur menggunakan Happiness at Work Scale (HAWS), dan analisis data dibantu menggunakan software statistik JASP 0.90. Hasil menunjukkan bahwa fleksibilitas yang dirasakan pekerja pengguna co-working space berperan signifikan terhadap kebahagiaan mereka dengan kemampuan menjelaskan variansi sebesar 10% (R² = 0,10). Temuan ini menekankan pentingnya mengoptimalkan flexible work arrangement untuk mendukung kebahagiaan serta kesejahteraan pekerja di berbagai lingkungan kerja.