Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literasi Manajemen Keuangan Keluarga dalam Mengatasi Maraknya Tawaran Pinjaman Online pada Ibu Rumah Tangga di Desa Paddinging Kabupaten Takalar Ramlawati , Ramlawati; Mulang, Hastuty; Serang, Serlin
Celebes Journal of Community Services Vol. 1 No. 2 (2022): Juny - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v1i2.237

Abstract

Pendapatan seorang kepala keluarga di desa Paddingin yang bergantung pada persawahan dan perkebunan yang terbatas, dapat menyebabkan munculnya konflik dalam keluarga, bahkan memicu ketergantungan pada pinjaman baik dari keluarga hingga rentenir, dan terlebih saat ini adanya situs pinjaman online. Namun tingkat pengetahuan khususnya pada ibu rumah tangga yang paling terkait dalam pengelolaan keuangan, masih sangat terbatas. Hal ini menyebabkan ibu rumah tanggal tidak mampu mengelola penghasilan suami agar mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Kondisi ini juga diperparah dengan kurangnya informasi mengenai bahanya pinjaman online serta dampak yang dapat ditimbulkan. Dengan demikian tujuan dari kegiatan PKM ini adalah melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi mengenai pentingnya melakukan manajemen keuangan keluarga, agar terhindar dari tawaran pinjaman online. Edukasi dilakukan dengan bentuk ceramah dan contoh perhitungan dan contoh kasus. Materinya adalah cara memanaj keuangan, membuat arus kas sederhana, dan memotivasi ibu rumah tangga untuk dapat cerdas menggunakan uang. Sasaran PKM ditujukan pada ibu rumahtangga disebabkan karena dari ibulah yang berperan mengelola keuangan dalam keluarga untuk dapat menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran buat keluarga, dan ibulah yang akan menurunkan pengetahuan kepada anak-anaknya kelak. Hasil pengabdian memperlihatkan bahwa peserta telah menunjukkan penimgkatan pengetahuan yang diperlihatkan dari hasil evaluasi terkait cara mengatur pendapatan rumah tangga.
From Tradition to Transformation: The Mediating Role of Entrepreneurial Learning and Digital Readiness in Leveraging Socio-Cultural Capital for Innovation Hamid, Muliyadi; Safar , Ilham; Wahyu , Wahyu; Ramlawati , Ramlawati; Nurdin , Nasyirah
Vifada Management and Social Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/nsgrn942

Abstract

Purpose: This study aims to examine how socio-cultural capital influences innovation among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in South Sulawesi through the mediating roles of entrepreneurial learning and digital readiness. The research seeks to clarify how cultural values and learning dynamics interact to shape digital and innovative capabilities within emerging market contexts. Research Design and Methodology: A quantitative approach was employed using Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM–PLS) to test a double-mediation model. Data were collected from 300 MSME owners across five regencies in South Sulawesi Makassar, Gowa, Maros, Bone, and Wajo representing diverse socio-cultural and economic landscapes. The constructs were measured using validated indicators adapted from prior studies, and data were analyzed using SmartPLS 4 to assess both measurement and structural models. Findings and Discussion: The results reveal that socio-cultural capital indirectly enhances innovation through entrepreneurial learning and digital readiness. Entrepreneurial learning serves as a bridge between traditional values and digital transformation, while digital readiness translates learning outcomes into innovative practices. This indicates that innovation in culturally embedded settings arises not merely from technology adoption but from the dynamic interplay of culture, learning, and digital adaptation. Implications: The study emphasizes the need for policy and managerial interventions that integrate cultural values into innovation strategies. Strengthening culturally rooted learning ecosystems and promoting digital literacy can enhance MSME competitiveness and sustainability in emerging regions.