Berliyana Alitani, Mikaela
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Forgiveness pada Siswi SMA korban Bullying Berliyana Alitani, Mikaela; Duriana Wijaya, Yeny; Sulistiana, Hana

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8369

Abstract

Bullying is an behavior that can hurt everybody. So not all the victims can forgive the perpetrator. Forgiveness is a decrease in motivation to take revenge, make distance or avoid the perpetrator. Forgiveness has a positive impact, that contributing to helping teenagers overcome the negative psychological impacts of bullying and encouraging healthy adaptability during their growth phase. However, not all students can forgive the perpetrator. Especially in female students. This happens because female tend to find it more difficult to forgive because female use or utilize feelings more as a medium of manipulation to control themselves. For this reason, this research aims to provide an overview of Forgiveness in female students who are bullied. This type of research is descriptive research with sampling techniques using random sampling techniques involving 100 female students. aged 15 to 20 years who have bullied. The results of this research show that Forgiveness in female students is 58% in the high category and 42% in the low category.
SELF-COMPASSION PADA MAHASISWA YANG PERNAH MENGALAMI PERUNDUNGAN Berliyana Alitani, Mikaela
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i1.1223

Abstract

Perundungan adalah perilaku yang tidak menyenangkan dan menyebabkan korban merasa sakit hati serta merasa tertekan. Dampak dari perundungan ini dapat mempengaruhi korban dalam waktu yang lama. Meskipun kejadian tersebut dialami saat korban masih duduk di bangku sekolah, namun dampaknya masih dapat dirasakan korban saat ia memasuki jenjang perkuliahan dan berstatus mahasiswa.Mahasiswa yang pernah mengalami perundungan perlu memiliki Self-Compassion. Self-Compassion adalah suatu proses memahami diri sendiri tanpa adanya kritik terhadap penderitaan, kegagalan, atau ketidakmampuan diri, dengan disertai pemahaman bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kehidupan pada umumnya. Sehingga dengan memiliki Self-Compassion mereka dapat menerima pengalaman tersebut sebagai bagian dari hidupnya dan pada akhirnya dapat meminimalkan dampak negatif dari perundungan yang pernah ia alami.Oleh karena itulah penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran mengenai Self-Compassion pada mahasiswa yang pernah mengalami perundungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan melibatkan 100 mahasiswa dengan usia 17 hingga 24 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang pernah mengalami perundungan memiliki self-compassion dengan kategorisasi tinggi sebanyak 55% dan kategori rendah sebanyak 45 %.