Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Komunikasi Keluarga dalam Film “Noktah Merah Perkawinan” (Semiotika Roland Barthes) Srie Rosmilawati
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v5i6.2306

Abstract

Film adalah salah satu bagian dari media massa yang selalu berkembang hingga saat ini. Film memiliki kemampuan untuk mempengaruhi emosional penonton melalui visual yang ditampilkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana representasi komunikasi keluarga dalam film Noktah Merah Perkawinan. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis semiotika dengan metode Roland Barthes. Analisis Roland Barthes digunakan untuk mengetahui denotasi, konotasi dan mitos dari film Noktah Merah Perkawinan dengan cara mengumpulkan potongan-potongan film. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pada film ini memberikan pesan bahwa komunikasi sangatlah penting apalagi dalam keluarga. Terdapat empat pola komunikasi yang ada pada film ini yakni pola komunikasi persamaan, pola komunikasi seimbang terpisah, pola komunikasi tak seimbang terpisah dan pola komunikasi monopoli. Adapun pola komunikasi tak seimbang terpisah lebih banyak ditemui pada film ini. Dimana pola komunikasi ini menjelaskan bahwa satu orang mendominasi dan sering memegang kontrol. Pihak yang mendominasi mengeluarkan pernyataan tegas dan jarang meminta pendapat yang lain kecuali untuk mendapatkan rasa aman bagi egonya sendiri.
CROSS-CULTURAL COMMUNICATION ADAPTATION STRATEGIES: STUDENT EXPERIENCE IN ASEAN COUNTRIES KKN PROGRAM Strategi Adaptasi Komunikasi Lintas Budaya: Pengalaman Mahasiswa KKN di Negara-Negara ASEAN (Thailand, Malaysia, Indonesia) Susilo Bambang Purnama; Srie Rosmilawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cross-cultural communication competence is essential for students participating in international community service programs. This study examines communication adaptation strategies employed by communication students during a KKN (Kuliah Kerja Nyata) program across three ASEAN countries: Indonesia, Malaysia, and Thailand. Using a qualitative autoethnographic approach, data were collected through participant observation, field notes, and documentation during the program implementation from July to September 2024. The study reveals three primary adaptation strategies: linguistic adaptation through local language learning, non-verbal communication adjustment to cultural contexts, and intercultural empathy development. Findings indicate that successful cross-cultural communication requires flexibility, cultural sensitivity, and active observation of local communication patterns. This research contributes to understanding intercultural communication dynamics in Southeast Asian contexts and provides practical implications for international community service program design