Siswiana Emila
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Respons Pertumbuhan Biji Anggrek Dendrobium Edfrans Charming x Dendrobium Deni Erianto terhadap Penambahan Air Rebusan Kentang pada Media Vacin and Went (VW) secara In Vitro: Growth Response of Dendrobium Edfrans Charming x Dendrobium Deni Erianto Orchid Seeds to the Vacin and Went (VW) Media Supple Mented with Potato Boiled Water In Vitro Siswiana Emila; Isda, Mayta Novaliza
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.15.2.84-90

Abstract

Dendrobium merupakan genus anggrek yang paling banyak diminati bagi pecinta anggrek dan memegang peranan penting dalam menghasilkan anggrek hibrida. Anggrek hibrida merupakan anggrek hasil silangan yang menggabungkan karekter–karakter baik dalam satu tanaman sehingga mendapatkan spesies anggrek dengan sifat-sifat unggul yang diinginkan. Metode kultur in vitro adalah salah satu cara yang efektif untuk perbanyakan anggrek. Laju pertumbuhan jaringan tanaman in vitro dapat ditingkatkan dengan penambahan zat-zat organik kompleks seperti air rebusan kentang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan biji anggrek Dendrobium Edfrans Charming x Dendrobium Deni Erianto terhadap penambahan air rebusan kentang pada media Vacin and Went (VW) secara in vitro, dan menentukan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhannya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan air rebusan kentang (0, 50, 100, 150, 200) mL pada media Vacin and Went. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata persentase hidup eksplan anggrek sebesar 100%. Berdasarkan hasil pengamatan selama 60 HST terjadi 6 fase pertumbuhan biji. Penambahan air rebusan kentang dengan konsentrasi 200 mL pada media VW memberikan hasil terbaik yang ditandai dengan waktu muncul protokorm tercepat yaitu pada 20.80 HST dan terjadi semua fase pertumbuhan protokorm tercepat dibandingkan perlakuan lainnya. Kata Kunci: air kelapa, Orchidaceae, PLBs, spesies, tunas