Basri Wahyudi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pendidikan Dalam Membentuk Moderasi Beragama Di Lingkungan Masyarakat Majemuk Syarif Muhamad Abid Maulana; Basri Wahyudi
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/cdnh4m06

Abstract

Education plays a crucial role in shaping moderate attitudes towards religion in diverse societies. Religious conflicts often arise due to stereotypes and misunderstandings among religious groups. Education addresses these challenges by providing deep knowledge about various religions and universal values such as tolerance and respect for differences. Through inclusive curricula and interactive learning, education teaches students to respect cultural diversity as a valuable asset to be preserved.The research methodology employed in this study is qualitative, using in-depth interviews with various stakeholders including teachers, students, religious leaders, and community members from different religious backgrounds. Case studies were conducted in educational institutions successful in promoting inclusive attitudes and moderation towards diverse religious beliefs. Data analysis utilized thematic approaches to identify common patterns and themes related to the role of education in shaping moderate religious attitudes.Findings indicate that religious moderation entails adopting a middle-ground position, avoiding extremism on both the right and left spectrums. Education plays a role in fostering inclusive understanding of religion by teaching critical and analytical thinking skills, and facilitating constructive interfaith dialogue. Additionally, educational institutions create environments supportive of universal values such as empathy and cooperation among individuals. Abstrak Pendidikan memegang peran krusial dalam membentuk sikap moderasi terhadap beragama dalam konteks masyarakat majemuk yang beragam. Konflik agama sering kali muncul di lingkungan ini akibat stereotip dan ketidakpahaman antarkelompok agama. Pendidikan dapat mengatasi tantangan ini dengan memberikan pengetahuan mendalam tentang berbagai agama serta nilai-nilai universal seperti toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Melalui kurikulum inklusif dan pembelajaran interaktif, pendidikan mengajarkan siswa untuk menghormati keberagaman budaya sebagai kekayaan yang harus dijaga. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada berbagai pihak, termasuk guru, siswa, tokoh agama, dan masyarakat dari latar belakang agama yang berbeda. Studi kasus dilakukan di beberapa lembaga pendidikan yang berhasil dalam mempromosikan sikap inklusif dan moderasi terhadap beragam keyakinan agama. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola umum dan tema yang berkaitan dengan peran pendidikan dalam membentuk sikap moderasi beragama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama adalah sikap dan perilaku yang menempatkan diri di tengah-tengah, menghindari ekstremisme baik kanan maupun kiri. Pendidikan berperan dalam mengembangkan pemahaman yang inklusif terhadap beragama dengan mengajarkan keterampilan berpikir kritis dan analitis serta memfasilitasi dialog antaragama yang konstruktif. Selain itu, lembaga pendidikan membentuk lingkungan yang mendukung nilai-nilai universal seperti empati dan kerjasama antarmanusia.