Hasan, Rizqy Lazuardy
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Pencegahan Tuberkulosis di Komunitas Desa Sindang Jaya Waluyo, Felix Chandra; Hasan, Rizqy Lazuardy; Putri, Nabilla Fiqriya; Ernawati, Ernawati
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.29599

Abstract

Tuberkulosis (TB) yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis merupakan salah satu penyakit infeksi utama di dunia, termasuk Indonesia, dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Meskipun telah banyak upaya pengendalian, TB masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar, terutama di negara-negara dengan beban TB tinggi. Persistensi penyakit ini menyoroti kebutuhan kritis akan intervensi berbasis komunitas dan pendidikan untuk meningkatkan upaya pengendalian dan pencegahan TB. Kegiatan diagnosis komunitas yang komprehensif dilakukan di Desa Sindang Jaya, berfokus pada identifikasi kasus TB, pemahaman faktor risiko komunitas, dan peningkatan kesadaran TB. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain deskriptif, memanfaatkan kuesioner terstruktur dan wawancara untuk mengumpulkan data tentang prevalensi TB, faktor risiko, dan pengetahuan komunitas. Studi ini melibatkan sampel purposif sekitar 100 penduduk, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan dalam komunitas. Intervensi mengungkap prevalensi TB yang tinggi di Desa Sindang Jaya, dengan faktor risiko yang teridentifikasi termasuk pengetahuan TB yang terbatas, tingkat vaksinasi yang tidak memadai, dan akses yang buruk ke layanan kesehatan. Sesi edukasi yang mencakup berbagai aspek TB secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman komunitas tentang penyakit tersebut. Analisis statistik menunjukkan peningkatan pengetahuan TB yang signifikan pasca-edukasi, dengan nilai P <0,001, menunjukkan dampak substansial dari intervensi edukatif terhadap kesadaran dan pemahaman komunitas tentang TB. Temuan ini mendukung adopsi strategi pendidikan serupa di area beban tinggi lainnya untuk meningkatkan upaya pengendalian dan pencegahan TB.
UPAYA PENURUNAN KASUS TUBERKULOSIS DI DESA SINDANG JAYA, WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINDANG JAYA, KECAMATAN SINDANG JAYA, KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN Hasan, Rizqy Lazuardy; Ernawati, Ernawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24910

Abstract

Penularan Tuberkulosis Paru yang mudah masih menjadi masalah kesehatan yang perlu penanganan holistik. Indonesia menempati negara tertinggi ke-II di dunia dengan jumlah 969.000 kasus per tahun (Global Health Report, 2022). Pada tahun 2023, terjadi peningkatan jumlah kasus baru di wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya menjadi sebanyak 100 kasus. Maka, perlu dilakukan identifikasi dan evaluasi terkait adanya peningkatan kasus ini. Mengetahui penyebab dan mampu memberikan intervensi yang mendukung penurunan kasus baru TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan diagnosis komunitas. Dilakukan analisis situasi untuk menentukan masalah, Paradigma Blum untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan metode non-skoring (Teknik Delphi) untuk prioritas masalah. Akar penyebab masalah ditentukan melalui Fishbone Diagram. Log Frame Goal dan Plan of Action digunakan untuk perencanaan intervensi. Intervensi berupa skrining dan edukasi mengenai TB Paru. Kegiatan skrining menemukan beberapa suspek kasus TB paru yang dirujuk ke puskesmas untuk penegakan diagnosis pasti. Untuk yang terkonfirmasi segera dilakukan terapi untuk mencegah penularan lebih lanjut, sehingga peningkatan kasus baru TB paru dapat dicegah. Peningkatan pengetahuan dari hasil edukasi mengenai TB melalui penyuluhan dan penyebaran leaflet. Hal ini terbukti dari 92% peserta edukasi yang mampu memahami mengenai TB Paru. Setelah dilakukan pendekatan dengan diagnosis komunitas, ditemukan kasus baru suspek TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Sindang Jaya. Intervensi yang dilakukan diharapkan mampu menurunkan angka kasus baru TB Paru di wilayah tersebut.