Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN ASI BAGI IBU MENYUSUI DI KECAMATAN ARJASA SITUBONDO MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN JAMU SERBUK Yunita Handoyo, Diana Lady; Atiqah, Sri Nur; Adzkiyah, Siti Zamilatul
INCIDENTAL : Journal Of Community Service and Empowerment Vol 3 No 1 (2024): INCIDENTAL : Journal Of Community Service and Empowerment
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/incidental.v3i1.740

Abstract

Jamu is an Indonesian cultural heritage which is used as a traditional medicine. As one of the representations of local wisdom in Indonesia, herbal medicine has developed in society with various benefits and dosage forms. The people of Arjasa District, Situbondo Regency use herbal ingredients to increase milk production in the form of herbs. Herbal medicine has several weaknesses, one of which is the bitter taste it causes when consumed, so one of the solutions given is to make herbal preparations in the form of herbal granules. The purpose of this activity is to provide insight and skills for breastfeeding mothers regarding the processing of herbal medicine granules. The result of this activity was that 100% of respondents stated that this activity provided benefits for breastfeeding mothers in processing herbal medicine.
PENYULUHAN INDIKATOR ALAMI DAN PELATIHAN PEMBUATAN SENSOR KESEGARAN BUAH POTONG PADA MAHASISWA FIK UNIVERSITAS IBRAHIMY Yunita Handoyo, Diana Lady
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v3i1.66

Abstract

Tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia dapat digunakan untuk pengobatan tradisional, pewarna, dan sebagai indikator kimia alami. Indikator kimia alami ini memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan indikator kimia sintetik seperti fenolftalein, metil jingga, metil merah, bromtimol biru. Contoh tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai indikator kimia alami yaitu ubi ungu, bit merah, bunga sepatu, bunga rosella, bunga pukul empat, dan kubis merah. Beberapa penjual di pasar santri putri daerah pusat Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo ada yang menjual beberapa jenis buah potong yang memudahkan santri putri dalam mengkonsumsi buah potong. Saat mengkonsumsi buah potong perlu diwaspadai karena belum tentu buah potong yang dijual tersebut masih dalam keadaan segar. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan edukasi terkait manfaat indikator alami untuk mendeteksi kesegaran buah potong.
PEMANFAATAN KUBIS UNGU SEBAGAI INDIKATOR ALAMI UNTUK MENDETEKSI KESEGARAN BUAH SEMANGKA POTONG DI POSYANDU KRAJAN UTARA RT 02/RT 03 RW 04 Yunita Handoyo, Diana Lady
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v3i2.101

Abstract

Tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia dapat digunakan untuk pengobatan tradisional, pewarna, dan sebagai indikator kimia alami. Indikator kimia alami ini memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan indikator kimia sintetik seperti fenolftalein, metil jingga, metil merah, bromtimol biru. Contoh tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai indikator kimia alami yaitu ubi ungu, bit merah, bunga sepatu, bunga rosella, bunga pukul empat, dan kubis merah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan manfaat kubis ungu sebagai indikator alami untuk mendeteksi kesegaran buah semangka potong di Posyandu Krajan Utara RT 02/RT 03 RW 04. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan kubis ungu sebagai indikator alami untuk mendeteksi kesegaran buah semangka potong. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan melihat hasil pretest dan posttest. Hasil menunjukkan bahwa 20 orang mengalami peningkatan pemahaman sehingga kegiatan ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan mitra terkait kubis ungu sebagai indikator alami untuk mendeteksi kesegaran buah semangka potong.
Perbandingan Penambahan PVA dan PVP Terhadap Daya Ikat Kubis Ungu Pada Sensor Kesegaran Buah Pepaya Potong Yunita Handoyo, Diana Lady
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 19 No. 3 (2024): Vol. 19 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode September - Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v19i3.2211

Abstract

Pada penelitian sebelumnya, pembuatan sensor kesegaran buah pepaya potong menggunakan bahan pengikat yaitu PVA. Fungsi penambahan PVA pada ekstrak kubis ungu dalam pembuatan sensor kesegaran buah pepaya potong yaitu agar menghasilkan warna yang optimal dan tidak terjadi leaching atau kebocoran saat kontak dengan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PVA yang optimal yaitu pada konsentrasi 1% dengan nilai mean blue sebesar 163,637. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti ingin membandingkan penambahan bahan pengikat PVA dengan PVP terhadap daya ikat kubis ungu pada sensor kesegaran buah pepaya potong. Konsentrasi optimum PVA dan PVP yaitu 1% dan waktu imobilisasi yang optimum yaitu 10 menit. PVA memiliki kemampuan mengikat warna dari kubis ungu lebih besar dan lebih baik dibandingkan dengan PVP.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ASI BAGI IBU MENYUSUI DI KECAMATAN ARJASA SITUBONDO MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN JAMU SERBUK Yunita Handoyo, Diana Lady; Atiqah, Sri Nur; Adzkiyah, Siti Zamilatul
INCIDENTAL : Journal Of Community Service and Empowerment Vol 3 No 1 (2024): INCIDENTAL : Journal Of Community Service and Empowerment
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/incidental.v3i1.740

Abstract

Jamu is an Indonesian cultural heritage which is used as a traditional medicine. As one of the representations of local wisdom in Indonesia, herbal medicine has developed in society with various benefits and dosage forms. The people of Arjasa District, Situbondo Regency use herbal ingredients to increase milk production in the form of herbs. Herbal medicine has several weaknesses, one of which is the bitter taste it causes when consumed, so one of the solutions given is to make herbal preparations in the form of herbal granules. The purpose of this activity is to provide insight and skills for breastfeeding mothers regarding the processing of herbal medicine granules. The result of this activity was that 100% of respondents stated that this activity provided benefits for breastfeeding mothers in processing herbal medicine.