Yuviandze Bafri Zulliandi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Pengkhususan pada QS. al-Baqarah Ayat 256: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce PeircePeirce Peirce Yuviandze Bafri Zulliandi
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i1.23666

Abstract

This document analyzes the meaning of specialization in QS. al-Baqarah verse 256 on religious freedom using the semiotic framework of Charles Sanders Peirce. The author explains that Peirce's epistemology is built on four pillars: fallicanism, positive social encouragement, idealistic objectivity, and pragmatism. Peirce also developed the concepts of trichotomy and tripartity in analytic logic, which showed the existence of a set of three interrelated meanings in interpretation. In QS. al-Baqarah verse 256, there is a debate about the concept of religious freedom. Some scholars argue that there is no absolute freedom to change religions. The author of the article tries to analyze the specialization in the verse using 10 signs of Peirce's triadic sign, namely: rheme-icon-qualisign, rheme-icon-sinsign, rheme-index-sinsign, and so on. The analysis of the specialized meaning in verse 256 of QS. al-Baqarah using the semiotic approach of Charles Sanders Peirce reveals ambiguity in the interpretation and application of this verse. The verse emphasizes the absence  of  compulsion in religion  and the clear  distinction between the right path and the wrong path. The concept of religious freedom is examined through  Peirce's triadic approach, which helps to understand the complexity in the inter-pretation of religion.
KRONOLOGI BERBASIS SURAH DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN: KAJIAN SINKRONIK-DIAKRONIK Yuviandze Bafri Zulliandi
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v6i1.953

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pentingnya pendekatan kronologis dalam penafsiran Al-Qur'an, mengintegrasikan analisis sinkronik dan diakronik. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman kontekstual terhadap ayat-ayat Al-Qur'an dapat dicapai melalui urutan turunnya surah, yang mengungkap makna yang lebih dalam sesuai dengan konteks historis dan sosial. Penelitian ini juga menekankan evolusi metodologi penafsiran yang menggabungkan metode klasik dan modern, serta tantangan dalam menentukan urutan kronologis yang tepat. Dengan demikian, penafsiran berbasis kronologi sangat berharga untuk meningkatkan pemahaman ajaran Islam, mendorong pendekatan seimbang antara analisis sinkronik dan diakronik. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Peneliti melakukan tinjauan literatur terhadap tafsir klasik dan kontemporer untuk memahami metodologi yang digunakan dalam penafsiran Al-Qur'an. Analisis sinkronik dan diakronik diterapkan untuk memeriksa perubahan interpretasi Al-Qur'an seiring waktu. Pendekatan ini bertujuan mengidentifikasi pola serta pergeseran dalam penafsiran terkait dengan kronologi surah. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif. Peneliti melakukan tinjauan literatur terhadap tafsir klasik dan kontemporer untuk memahami metodologi yang digunakan dalam penafsiran Al-Qur'an. Analisis sinkronik dan diakronik diterapkan untuk memeriksa perubahan interpretasi Al-Qur'an seiring waktu. Pengumpulan data melibatkan observasi sistematis dan pengkodean teks, yang disusun menjadi matriks kode untuk analisis lebih lanjut. Pendekatan ini bertujuan mengidentifikasi pola serta pergeseran dalam penafsiran terkait dengan kronologi surah. Penelitian ini juga menekankan evolusi metodologi penafsiran yang menggabungkan metode klasik dan modern, serta tantangan dalam menetapkan urutan kronologis yang tepat. Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa penafsiran berbasis kronologi Al-Qur'an sangat berharga untuk meningkatkan pemahaman dan relevansi ajaran Islam, serta mendukung pendekatan seimbang yang menggabungkan analisis sinkronik dan diakronik.