Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menurunkan Nilai COD pada Limbah Pulp Menggunakan Membran Keramik Zeolit Wijayanti, Metta; Oktriayanti, Melantina; Reka Septiana, Iriani; Dwi Oktaviani, Erika
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 1 No 2 (2023): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jssit.v1i2.20

Abstract

Sumber utama pencemaran air adalah akumulasi polutan di dalam air dalam jangka waktu yang lama yang berdampak buruk pada lingkungan. Pengelolaan limbah cair saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pulp. Dalam bisnis pulp, limbah cair dihasilkan oleh setiap unit proses, dan semuanya dibuang ke tempat penampungan sementara. Sebuah alat dibuat yang berfungsi untuk mengendapkan limbah di dalam pipa untuk mengurangi jumlah sampah yang mengalir ke sungai. Bahan dasar membran keramik yang digunakan adalah Zeolit, Tanah Liat, Serbuk Besi, dan Abu.Membran Keramik diaplikasikan untuk mengolah Limbah pulp. Variabel yang digunakan adalah waktu 15,30,45,60,75,90 menit dan tekanan operasi 10,20 psi, sedangkan parameter yang diamati adalah chemical oxygen demand (COD). Dari hasil analisa yang didapat bahwa air limbah yang awalnya tercemar memiliki nilai COD 373 mg/L. Setelah filtrasi nilai COD air limbah pulp sesuai dengan ambang batas dari Peraturan Menteri LH No.5 tahun 2014. Dimana kondisi operasi terbaik pada tekanan 20 psi dan waktu 15 menit dengan nilai COD 304 mg/L.
Ekstraksi Gelatin dari Kulit Ikan Gabus Menggunakan Jeruk Nipis Dwi Oktaviani, Erika; Reka Septiana, Iriani; Oktriayanti, Melantina; wijayanti, Metta
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 1 No 2 (2023): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jssit.v1i2.27

Abstract

Salah satu turunan kolagen yang banyak dimanfaatkan saat ini adalah gelatin. Gelatin yang saat ini banyak dipasarkan berasal dari hewan jenis mamalia yang rentan terhadap status ketidakhalalannya serta penyakit yang dibawa. Ikan menjadi solusi dari sumber gelatin yang halal. Ikan gabus merupakan jenis ikan yang banyak dimanfaatkan dalam bidang pangan namun meninggalkan limbah tulang dan kulit. Kulit ikan gabus memiliki kandungan kolagen sebesar 16,57%. Ekstraksi kolagen dapat dilakukan dengan cara asam maupun basa, namun metode asam lebih mudah dilakukan dan memperoleh rendemen yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan jeruk nipis sebagai sumber asam. Kulit ikan gabus dilakukan perendaman menggunakan asam dari jeruk nipis selama 24 jam, kemudian diekstraksi menggunakan pelarut air pada suhu 50 °C , 60 °C , 70 °C , 80 °C , dan 90 °C selama variasi waktu 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin dengan kondisi terbaik yaitu variasi ekstraksi dengan suhu 90 oC selama 3 jam. Berdasarkan kondisi tersebut didapatkan yield gelatin sebesar 7,45%, kadar air 9,03%, kadar abu 4,28%, kadar protein 87,25%, pH = 6,2, kekuatan gel 57,6295 gbloom, dan viskositas sebesar 12,7915 cPs.
Proses Adsorpsi Amonia dengan Karbon Aktif dari Cangkang Kelapa Sawit (Palm Shell) Teraktivasi H2SO4 Wahyudi WR, Afit Sri; Dwi Oktaviani, Erika
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Activated carbon is a porous material that has a high surface area capable of adsorbing various substances. The process of making activated carbon uses palm oil shell biomass waste with a carbonization method and is activated using H2SO4. Activated carbon is used as an adsorbent in the Ammonia (NH3) adsorption process. Variations in the adsorption process were used, namely, H2SO4 activation concentration (5, 10, 15 and 20%) and adsorption contact time for (15, 30, 45, and 60 minutes). The optimum adsorption capacity of 12.97% was shown in the activated carbon adsorbent activated by 20% H2SO4 with a contact time of 30 minutes. The optimum result of reducing the NH3 concentration from 100 ppm to 50 ppm occurred at 15 and 20% activation with a contact time of 60 minutes. Variations in activation concentration and contact time affect the adsorption capacity so that NH3 can be absorbed by activated carbon.