Permana, Asep Shofyan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Faktor-Faktor Fraud Hexagon terhadap Kecurangan Laporan Keuangan dengan Kompetensi Komisaris Independen sebagai Variabel Moderasi Permana, Asep Shofyan; Tatariyanto, Firman; Sugiyanto, Sugiyanto
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 4: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i4.16199

Abstract

Di tengah meningkatnya tekanan kinerja korporasi dan keterlibatan intensif dalam proyek strategis pemerintah, risiko kecurangan laporan keuangan menjadi tantangan serius bagi Badan Usaha Milik Negara di Indonesia. Penelitian ini menguji pengaruh dimensi Fraud Hexagon Theory—pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance, dan collusion—terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan BUMN non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015–2024, dengan kompetensi komisaris independen sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif kausal dengan teknik purposive sampling, menghasilkan 14 perusahaan atau 140 observasi. Data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan moderated regression analysis (MRA) melalui IBM SPSS Statistics setelah memenuhi seluruh uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Fraud Hexagon secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan (p < 0.001). Secara parsial, pressure terbukti memiliki pengaruh positif paling kuat, sementara opportunity menunjukkan pengaruh signifikan dengan arah hubungan yang berbeda dari prediksi konvensional, mengindikasikan dinamika pengendalian internal yang lebih kompleks pada konteks BUMN. Kompetensi komisaris independen berkontribusi dalam memperkuat fungsi pengawasan strategis, meskipun efek moderasi pada masing-masing hubungan kausal masih terbatas. Penelitian ini memperluas validitas empiris Fraud Hexagon dalam konteks perusahaan milik negara di negara berkembang dan menegaskan pentingnya penguatan tata kelola berbasis kompetensi dalam mitigasi risiko pelaporan keuangan.