Masa remaja dikategorikan sebagai masa yang rentan terkena masalah gizi. Pada masa remaja, status gizi dipengaruhi oleh kebiasaan makan, persepsi citra tubuh dan aktivitas fisik yang berkaitan dengan jumlah asupan konsumsi makanan dan zat gizi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan obesitas pada remaja putri di SMAN 4 Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian adalah remaja putri kelas X dan XI SMAN 4 Sidoarjo Tahun Ajaran 2022/2023 dengan jumlah sampel sebanyak 48 remaja putri. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik acak sederhana (simple random sampling). Data diperoleh melalui pengukuran antropometri secara langsung, wawancara, dan pengisian kuesioner. Analisis yang digunakan adalah uji bivariat dengan chi-square dan dilanjutkan dengan uji multivariat menggunakan regresi logistik. Asupan lemak adalah variabel dominan atau variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian obesitas (OR: 8,874; 95% CI: 1,152-10,524). Remaja putri yang memiliki asupan lemak berlebih berisiko 8,8 kali lebih besar mengalami obesitas. Konsumsi makanan dengan tinggi lemak apabila terjadi secara terus menerus tanpa disertai adanya aktivitas fisik dapat menyebabkan peningkatan simpanan lemak dalam jaringan adiposa dan berakibat pada obesitas remaja. Oleh karena itu, remaja putri perlu menerapkan pola makan gizi seimbang dengan memperhatikan asupan makanan sesuai kebutuhan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) serta diimbangi aktivitas fisik secara teratur sesuai rekomendasi Kemenkes.