Arofah, Delia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Capital Intensity Dan Sales Growth Terhadap Kondisi Financial Distress (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efeke Indonesia Periode 2019-2023) Arofah, Delia; Gantine Lestari, Putri; Dian Meila, Kaca
Jurnal Penelitian Ekonomi Dan Akuntansi Vol 10 No 3 (2025): JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN AKUNTANSI
Publisher : Program Studi Akuntansi Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertambangan di Indonesia memiliki peran penting sebagai salah satu kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, di balik kontribusi yang besar tersebut, sektor ini juga mencatat jumlah perusahaan terbanyak yang mengalami delisting dari Bursa Efek Indonesia. Kondisi yang kontradiktif ini mengindikasikan adanya kerentanan keuangan yang berpotensi menimbulkan financial distress pada perusahaan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh capital intensity dan sales growth terhadap kondisi financial distress pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2023. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah financial distress yang diukur menggunakan metode Altman Z-Score, sedangkan variabel independennya adalah capital intensity dan sales growth. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 16 perusahaan yang dipilih dari 49 populasi. Data penelitian bersumber dari laporan tahunan dan laporan keuangan yang diperoleh melalui situs resmi BEI. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi logistik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capital intensity berpengaruh terhadap financial distress, sedangkan sales growth tidak berpengaruh terhadap financial distress. Secara simultan, capital intensity dan sales growth berpengaruh terhadap financial distress. Temuan ini menegaskan bahwa tingginya proporsi aset tetap dapat memengaruhi tingkat risiko financial distress, sementara pertumbuhan penjualan belum tentu mampu mencegah kondisi tersebut.