Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Yuridis Mengenai Perubahan Gender Terhadap Kedudukan Transeksual Sebagai Ahli Waris Menurut Hukum Kewarisan Islam Hanif, Muhammad Farhan; Yefrizawati, H. M. Hasballah Thaib; Azwar, T. Keizerina Devi
Rechtsnormen Jurnal Komunikasi dan Informasi Hukum Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Februari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.87 KB) | DOI: 10.56211/rechtsnormen.v1i2.151

Abstract

Seiring perkembangan zaman, banyak permasalahan baru yang muncul mengenai masalah kewarisan, seperti isu perubahan gender terhadap kelompok transeksual yang merupakan suatu fenomena sosial pelik pada saat ini.  Transeksual adalah seseorang yang memiliki salah satu jenis kelamin antara laki-laki atau perempuan namun identifikasi karakteristik dan psikososialnya menyerupai lawan jenisnya dan memilih untuk hidup sebagai lawan jenis dengan melakukan operasi pergantian kelamin. Menurut hukum Islam fenomena perubahan gender apabila disandarkan pada keinginan pribadi tanpa adanya suatu kecacatan pada alat kelaminnya maka hukumnya adalah haram, terkecuali untuk penyempurnaan alat kelamin maka diperbolehkan. Selain itu di Indonesia, operasi pergantian kelamin yang dilakukan terhadap transeksual, secara hukum mendapat tanggapan yang berbeda antara hukum perdata dan hukum Islam. Pengadilan umum, dalam banyak perkara membenarkan operasi pergantian kelamin kepada transeksual, sekaligus mengesahkan perubahan status gender mereka. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana ketentuan hukum tentang transeksual di Indonesia; 2) Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap transeksual yang telah mendapat penetapan pengadilan; 3) Bagaimana kedudukan transeksual sebagai ahli waris menurut hukum kewarisan Islam di Indonesia. Ketentuan Hukum tentang transeksual di Indonesia masih belum jelas karena tidak diatur secara khusus, akan tetapi tersirat dibeberapa peraturan-perundangan yang ada di Indonesia seperti UU Hak Asasi dan Manusia, UU Kesehatan dan UU Administrasi Kependudukan. Dalam UU Kesehatan dan UU Hak Asasi memiliki sebuah batasan yaitu tidak boleh bertentangan dengan moral dan norma yang hidup didalam masyarakat, sedangkan dalam UU Administrasi Kependukan memberikan jalan kepada transeksual untuk memperoleh haknya dengan melakukan permohonan ke Pengadilan. Dalam hukum Islam perubahan gender yang dilakukan seorang transeksual adalah haram, karena Islam hanya mengenal dua jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan, serta manusia telah diciptakan oleh Allah Swt sesuai dengan kodratnya masing-masing. berhak mendapatkan hak-haknya dalam pembagian waris karena tidak ada larangan dalam Islam untuk terhalangnya sebagai ahli waris.
Determinants of Farmers' Interest in Cultivating Herbal Crops in the Special Region of Yogyakarta: a Study on Motivational and Economic Influences Hanif, Muhammad Farhan; Prayoga, Kadhung; Handayani, Migie
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 23 NO 02 2024 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.23.02.453-482

Abstract

Herbal plants are horticultural commodities rich in health benefits. In DI Yogyakarta, these plants are frequently used to make traditional herbal medicine (jamu), serving as natural remedies for the community. Despite having significant land amounts and relatively good production levels, the overall yield of DI Yogyakarta's herbal plants remain suboptimal. This is attributed to the low number of farmers and their low time allocation for cultivation, which stemmed from decreasing interest among farmers in herbal plant cultivation, influenced by time constraints and economic challenges. Identifying factors that could increase farmers' interest in herbal plant cultivation is essential to enhance interest. This study aims to analyze how motivation, needs, family support, availability of facilities, ease of cultivation, production capacity, and quality, price stability, and income influence farmers' interest in cultivating herbal plants in DI Yogyakarta. The research was conducted from April 2024 to May 2024. This research used a quantitative survey method. The samples were 20 farmers (KT Lombok Ijo), 15 farmers (KWT Sekar Kenanga), and 22 farmers (KWT Sumber Rejeki). Data analysis employed descriptive analysis and multiple linear regression. Results showed that needs and price stability affected farmers' interest in cultivating herbal plants in DI Yogyakarta, indicating that the fulfillment of primary needs and price stability during weather changes proven to affect farmers' interest in cultivating herbal plants. DI Yogyakarta's government should boost farmers’ interest by aligning it with the actual conditions faced by farmers.